KATANEWS.ID, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, terus mendorong generasi muda agar berani menembus pasar global melalui penguatan sektor ekspor dan kewirausahaan. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan pelepasan ekspor produk turunan kelapa di Pelabuhan Boom Baru, Selasa (28/4/2026), yang dirangkaikan dengan pelantikan Badan Semi Otonom Ekspor Impor (Basnom EEXIM) BPD HIPMI Sumsel.
Menurut Herman Deru, peran anak muda sangat strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah. Ia menekankan bahwa generasi muda perlu diberi tantangan dan ruang untuk berkembang, bukan sekadar difasilitasi secara pasif.
Ia juga menilai bahwa pola pikir yang masih meragukan kemampuan anak muda harus diubah dengan memberikan kepercayaan dan kesempatan yang lebih luas.
Gubernur turut menyoroti pentingnya percepatan pencapaian target program. Dari target 100 ribu Sultan Muda, saat ini baru terealisasi sekitar 9.020 orang.
Untuk itu, ia mendorong HIPMI Sumsel tidak hanya merangkul mereka yang sudah memiliki usaha, tetapi juga membuka jalan bagi generasi muda yang memiliki potensi dan ide besar.
“Berikan ruang khusus bagi anak muda, bukan untuk memanjakan, tetapi sebagai bentuk perhatian agar mereka termotivasi dan menjadikannya sebagai tantangan,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa program “Sultan Muda” yang awalnya hanya sebuah gagasan kini mulai menunjukkan hasil nyata dengan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Bukan angkanya yang membuat kita bangga, tetapi kinerja dan langkah nyata anak muda. Mereka harus diberi ruang dan tantangan agar mampu melihat peluang global yang selama ini mungkin terlewat,” ujar Herman Deru.
Selain itu, ia menyoroti potensi besar komoditas lokal seperti kelapa dan lada hitam yang selama ini belum dimaksimalkan. Dengan pertumbuhan kelapa yang masih relatif rendah, yakni sekitar 0,38 persen per tahun, Herman Deru menilai perlu adanya intensifikasi dan inovasi, terutama dari kalangan muda. Hal ini penting agar Sumatera Selatan tidak hanya menjadi penyuplai bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, melalui Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara, N. Prayatno Ginting, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung ekspor dengan menjamin kualitas dan kelayakan produk. Ia menyebutkan bahwa ekspor turunan kelapa dan komoditas unggulan Sumsel terus menunjukkan tren positif, bahkan di tengah dinamika global.
Pada kesempatan tersebut, ekspor dilepas dengan nilai mencapai Rp1,6 miliar. Komoditas yang diekspor mencakup produk turunan kelapa seperti choconut chips dan arang tempurung kelapa, serta komoditas lain seperti lada hitam dan kerupuk olahan, dengan tujuan negara Tiongkok, Taiwan, dan Prancis.
Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendukung penguatan inklusi dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM serta program Sultan Muda. Hingga kini, lebih dari 9.020 anak muda telah tergabung dalam program tersebut.
“Kami tidak hanya mengatur dan mengawasi, tetapi juga mendorong percepatan akses pembiayaan agar anak muda bisa naik kelas dan bersaing di pasar global,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Sumsel, Puri Andamas, menegaskan bahwa keberhasilan ekspor ini merupakan hasil perjuangan kolektif anak muda yang terus mencari peluang dan membuka akses pasar.
“Ketika anak muda diberi dukungan, mereka mampu membuktikan bahwa hal yang sebelumnya dianggap tidak mungkin dapat menjadi kenyataan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi program Sultan Muda X Xpora 2026 yang bertujuan mempercepat lahirnya wirausahawan muda berorientasi ekspor serta memperkuat sinergi antara pemerintah, industri jasa keuangan, dan pelaku usaha.
Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis generasi muda akan menjadi pelopor baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas penetrasi produk lokal ke pasar internasional. (*)




























