KATANEWS.ID, Lahat – Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan mendorong Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Lahat untuk memperluas penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tetap terkendali.
Hal itu mengemuka saat Komisi III DPRD Sumsel melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Bank Sumsel Babel Cabang Lahat dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Selasa (9/6/2026).
Kunjungan tersebut difokuskan pada tiga aspek utama, yakni kontribusi dividen Bank Sumsel Babel terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), realisasi penyaluran kredit produktif kepada pelaku UMKM, serta strategi mitigasi risiko terhadap potensi kredit macet.
Pertemuan yang berlangsung bersama jajaran manajemen BSB Cabang Lahat itu membahas berbagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan laba perusahaan, fungsi sosial sebagai penggerak ekonomi masyarakat, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam perbankan.
Dalam rapat tersebut, Komisi III DPRD Sumsel turut menyoroti realisasi dividen yang disetorkan Bank Sumsel Babel kepada pemerintah daerah, baik Pemerintah Kabupaten Lahat maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebagai pemegang saham.
Dewan mengapresiasi kinerja BSB Cabang Lahat yang mampu mencatat pertumbuhan laba secara konsisten sehingga memberikan kontribusi positif terhadap PAD yang digunakan untuk mendukung pembangunan dan program kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, sektor UMKM tetap menjadi fokus utama pembahasan. Komisi III meminta Bank Sumsel Babel terus memperluas basis nasabah, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperbesar akses pembiayaan produktif guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, dewan juga mendorong percepatan proses pengajuan kredit tanpa mengabaikan aspek legalitas dan prinsip kehati-hatian. Perluasan layanan hingga ke wilayah pelosok desa juga dinilai penting agar pelaku usaha mikro memiliki akses pembiayaan yang mudah dan tidak terjerat praktik rentenir maupun pinjaman online ilegal.
Komisi III juga mengingatkan manajemen BSB agar tetap menjaga rasio NPL yang saat ini masih berada pada level aman, yakni di bawah 5 persen. Jika terdapat debitur UMKM yang mengalami kesulitan pembayaran akibat faktor eksternal seperti fluktuasi harga komoditas sawit maupun karet, bank diharapkan proaktif menawarkan skema restrukturisasi kredit sebelum masuk kategori kredit macet.
Menanggapi masukan tersebut, manajemen Bank Sumsel Babel Cabang Lahat menyampaikan bahwa pihaknya terus menerapkan analisis kredit secara komprehensif sebelum pembiayaan disalurkan guna menjaga kualitas kredit tetap sehat dan berkelanjutan.
Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan komitmen bersama antara Komisi III DPRD Sumsel dan Bank Sumsel Babel Cabang Lahat untuk melakukan evaluasi secara berkala demi menjaga kinerja bank pembangunan daerah tetap optimal, sehat, dan akuntabel. (*)






















