KATANEWS.ID, Palembang – Anggota DPRD Sumsel Fraksi Partai Demokrat H. Chairul S. Matdiah menyoroti persoalan jaringan listrik di Desa Gajah Mati yang hingga kini belum mengalir ke rumah warga.
Chairul mengatakan, pemasangan tiang listrik di desa tersebut sudah dilakukan sejak ia menjabat pimpinan DPRD Sumsel periode 2014–2019. Namun hingga saat ini aliran listrik belum tersedia.
“Masalah listrik, waktu saya menjadi pimpinan DPRD saya sudah meminta agar tiang listrik dipasang di Gajah Mati. Alhamdulillah tiangnya sudah dipasang, tetapi aliran listriknya belum ada,” kata Chairul.
Ia mempertanyakan alasan PT PLN (Persero) yang menyebut wilayah tersebut masuk kawasan hutan lindung. Menurutnya, perusahaan-perusahaan di sekitar desa justru sudah mendapat akses listrik.
“Kalau alasannya karena hutan lindung, mengapa Desa Gajah Mati tidak bisa dialiri listrik, sementara perusahaan-perusahaan di sekitar sana bisa? Apa bedanya desa dengan perusahaan yang lokasinya berdekatan?” ujarnya.
Chairul meminta Gubernur Sumsel Herman Deru turun tangan agar persoalan yang sudah bertahun-tahun itu segera diselesaikan. “Kami berharap melalui Bapak Gubernur agar Desa Gajah Mati bisa dialiri listrik. Tiangnya sudah lama berdiri, sejak periode saya menjadi pimpinan DPRD,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Chairul juga mengkritik minimnya kehadiran kepala OPD dalam rapat paripurna. Ia menyinggung Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumsel yang dinilai jarang hadir padahal banyak persoalan lingkungan di Desa Gajah Mati.
“Mana Kepala Dinas Lingkungan Hidup? Setiap saya rapat di sini, sepertinya tidak pernah hadir. Tolong ditegur, Pak,” katanya.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku persoalan listrik Desa Gajah Mati telah dibahas khusus dengan PT PLN (Persero). Ia menyebut kondisi tiang yang sudah terpasang lebih dari lima tahun kini sebagian tertutup rumput.
“Puluhan kilometer tiang listrik itu ternyata sudah ditumbuhi rumput. Karena mungkin sudah lebih dari lima tahun terpasang. Ini sudah menjadi diskusi khusus saya dengan Pak Diksi, General Manager PLN Wilayah S2JB, dan beliau sedang mencarikan format agar listrik bisa dialirkan ke sana,” ujar Herman Deru.
Herman Deru mengatakan, opsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya sempat dibahas. Namun pemerintah memilih tetap menggunakan jaringan kabel yang sudah ada agar investasi sebelumnya tidak sia-sia.
“Kalau menggunakan PLTS, jaringan yang sudah ada di sana menjadi sia-sia. Jadi tetap harus menggunakan kabel. Saya masih menunggu laporan dari Pak Diksi, GM PLN Wilayah S2JB. Mudah-mudahan ada jawaban terbaik,” katanya.
Ia menambahkan, selama belum teraliri jaringan PLN, sebagian warga Desa Gajah Mati memenuhi kebutuhan listrik dengan genset. (*)



























