Sumsel Target Produksi Gabah 5 Juta Ton Lewat Gerakan Tanam Serentak

KATANEWS.ID, OKI – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, resmi mencanangkan Gerakan Tanam Menyongsong El Nino dan Peningkatan Produksi secara serentak virtual di 17 kabupaten/kota se-Sumsel dari Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (19/5/2026).

Pencanangan tersebut ditandai dengan penanaman padi varietas Ciliwung di lokasi Cetak Sawah Rakyat Desa Cahya Bumi. Melalui gerakan ini, Herman Deru menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Sumsel menghadapi ancaman El Nino sekaligus meningkatkan produksi Gabah Kering Giling (GKG) hingga 5 juta ton.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengatakan Sumsel harus mampu menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi mulai akhir Juni hingga September 2025.

“Dengan kedisiplinan petani dan peningkatan luas baku sawah (LBS) yang terus bertambah, saya optimistis produksi beras Sumsel bisa mencapai 5 juta ton dan masuk dua besar nasional,” ujar Herman Deru.

Menurutnya, optimisme tersebut realistis karena luas baku sawah Sumsel terus meningkat dari sebelumnya 514 ribu hektare menjadi 579 ribu hektare.

Pada 2025, produksi padi Sumsel tercatat mencapai 3,63 juta ton GKG, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 2,91 juta ton GKG.

“Ini bukan angka mengada-ada, tetapi realistis. Kalau kita bisa meningkatkan indeks tanam dua kali saja, minimal kita bisa naik peringkat dua besar produksi nasional,” katanya.

Herman Deru menegaskan, fenomena El Nino diprediksi berdampak serius terhadap sektor pertanian karena dapat memicu kekeringan berkepanjangan, menurunkan debit air irigasi, serta meningkatkan risiko gagal panen.

Karena itu, Pemprov Sumsel mengambil langkah antisipatif melalui gerakan tanam serentak dan optimalisasi lahan pertanian, khususnya lahan rawa pasang surut dan rawa lebak yang mencapai sekitar 70 persen dari luas baku sawah Sumsel.

“Untuk itu perlu dilakukan langkah serius dan antisipatif terhadap fenomena ini yang difokuskan pada upaya menjaga ketahanan pangan di Provinsi Sumsel,” ujarnya.

Selain itu, Herman Deru menilai dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian saat ini sangat konkret, mulai dari jaminan harga gabah Rp6.500 per kilogram, bantuan bibit hingga tiga kali masa tanam, hingga program cetak sawah baru.

“Tidak ada alasan produktivitas kita tidak tinggi. Semua sudah disupport, mulai dari irigasi, pupuk, pengairan, hingga jaminan harga beli pemerintah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan petani dalam mengikuti arahan penyuluh pertanian agar produktivitas meningkat.

“Kalau disiplin terhadap arahan penyuluh, didukung irigasi dan jaminan harga beli pemerintah, tidak ada alasan produksi kita tidak tinggi,” katanya.

Herman Deru berharap petani Sumsel dapat berkembang menjadi entrepreneur di daerahnya sendiri dan tidak hanya menjadi produsen pangan.

“Petani harus dibina menjadi entrepreneur, tidak boleh menjadi buruh di tanah kelahirannya sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud mengatakan gerakan tanam serentak dilaksanakan di 17 kabupaten/kota dengan target seluas 51,75 hektare.

Di Kabupaten OKI, gerakan tanam dilakukan di Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, seluas 2 hektare.

“Kami akan terus mengawal pertanaman di lokasi cetak sawah maupun optimalisasi lahan serta lahan reguler guna mendukung penyelesaian program cetak sawah tahun 2025 agar berjalan tepat waktu dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan dua ton pupuk subsidi dan benih padi untuk lokasi cetak sawah seluas 400 hektare serta dialog bersama para bupati dan wali kota se-Sumsel. (*)