KATANEWS.ID, Banyuasin – PT Benua Laut Lepas (BLL) menggelar sosialisasi area konsesi perusahaan sekaligus pelatihan modifikasi alat tangkap jaring hela dasar bersama nelayan di Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin. Kegiatan yang bekerja sama dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan nelayan mengenai area konsesi PT BLL, serta mengedukasi nelayan agar menggunakan alat tangkap yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan tersebut dihadiri Perwakilan Camat Banyuasin II Hamka, Kepala Desa Marga Sungsang Taufik, Kepala Desa Sungsang I Kailani, Kepala Desa Sungsang II H. Alex, Kepala Desa Sungsang III H. Amirudin, Kepala Desa Sungsang IV Romi Adi Candra, Danpos AL Sungsang Capt Romi, Kapospol Airud Polda Sumsel Pangkalan Sandar Sungsang Brigpol Marsal, Ketua HNSI Sungsang Marlina, Dinas Perikanan Banyuasin, tokoh masyarakat Amir atau Bos Unyil, serta perwakilan nelayan dari Desa Marga Sungsang hingga Sungsang IV.
Perwakilan PT Benua Laut Lepas, M. Arman Wijaya, mengatakan sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membangun sinergi dengan masyarakat pesisir. Menurutnya, pemahaman mengenai area konsesi penting agar aktivitas perusahaan dan nelayan dapat berjalan berdampingan dengan tetap mengutamakan keselamatan.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin masyarakat dan nelayan mengetahui area konsesi serta proses bisnis PT Benua Laut Lepas. Kami juga mengimbau nelayan untuk tidak memasuki area konsesi demi menjaga keselamatan dan keamanan saat beraktivitas di laut,” ujar Arman.
Selain sosialisasi, kegiatan juga diisi pelatihan modifikasi alat tangkap jaring hela dasar yang digagas HNSI bersama PT BLL dan CV Aldo Saputra. Pelatihan menghadirkan narasumber dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) Semarang, Hudring S.ST.Pi., M.Si., didampingi Kotot dari Wilker PSDKP Sungsang.
Hudring menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada nelayan mengenai cara memodifikasi alat tangkap sehingga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami ingin nelayan memahami bagaimana memodifikasi alat tangkap agar sesuai regulasi. Dengan begitu, nelayan tetap dapat melaut secara legal, aman, sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat nelayan Amir atau Bos Unyil menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi seperti ini penting agar nelayan memahami aturan yang berlaku tanpa mengabaikan kebutuhan mereka untuk tetap mencari nafkah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga nelayan semakin memahami aturan penggunaan alat tangkap dan dapat tetap bekerja secara legal demi keberlangsungan usaha dan kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.
Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, PT Benua Laut Lepas berharap sinergi dengan HNSI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat nelayan dapat terus terjalin. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi nelayan di wilayah Sungsang agar dapat menjalankan aktivitas penangkapan ikan secara legal, aman, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.



























