Pasca OTT KPK, NasDem Sumsel Bantah Edison Merupakan Kader Partai

KATANEWS.ID, Palembang – Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Selatan (Sumsel) H Nopianto meluruskan informasi yang menyebut Bupati Muara Enim Edison, sebagai kader NasDem.

Ia menegaskan, Edison tidak pernah tercatat sebagai pengurus maupun kader partai besutan Surya Paloh itu.

Nopianto menyampaikan hal tersebut menanggapi pemberitaan yang berseliweran, terkait status Edison pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK RI, Senin (8/6/2026).

“Selama ini beliau seorang birokrat dari ATR/BPN Palembang, dan NasDem memang salah satu partai pengusung. Kami ingin meluruskan, keliru jika Pak Edison seolah-olah dikatakan kader NasDem dan tidak pernah tercatat sebagai fungsional atau kader, baik langsung maupun tidak langsung, kegiatan dan simpatisan partai,” ujar Nopianto, kepada wartawan di Palembang, Kamis (8/6/2026) malam.

Ia menjelaskan latar belakang Edison murni berasal dari birokrasi. Karena itu, menurutnya tidak ada keterkaitan langsung secara organisatoris dengan Partai NasDem.

“Karena latar belakang murni birokrasi, sehingga tidak ada kaitan langsung. Sampai sekarang terpilih sebagai Bupati tidak pernah terlibat kepartaian dan tidak tercatat di kepengurusan,” jelasnya.

Nopianto juga menegaskan soal OTT merupakan kewenangan KPK. Ia hanya ingin meluruskan informasi bahwa Edison pada Pilkada 2024 lalu diusung oleh tiga partai, yakni NasDem bersama PDIP dan Golkar, bukan hanya NasDem.

Sebagai Wakil Ketua DPRD Sumsel, Nopianto mengaku menyayangkan dan prihatin atas peristiwa tersebut. Ia mengingatkan kepada seluruh penyelenggara pemerintah dan negara di Sumsel, ini menjadi warning untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan keuangan negara dan mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi.

“Kami menyayangkan dan prihatin. Ini warning untuk kita semua sebagai penyelenggara pemerintah dan negara, baik eksekutif maupun legislatif, agar tidak melakukan tindakan yang mengarah ke tindak pidana korupsi. Pastinya, kami dukung penuh pemberantasan korupsi dan ini harus jadi pembelajaran bagi pejabat di Sumsel,” katanya.

Nopianto mengaku kaget mengetahui persoalan yang menimpa Edison. Ia menyebut mendapat informasi awal dari pemberitaan media.

“Kami terkejut dan tidak tahu permasalahan. Dapat info dari media. Sehingga ini jadi warning untuk tidak melakukan kerugian negara dengan mendukung pemberantasan korupsi dari APH (Aparat Penegak Hukum),” ujarnya. (ril)