KATANEWS.ID, Palembang Ketua komisi I DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Hj Meillinda mengungkapkan, pelaksaam seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel, rencananya dilaksanakan pada tanggal 2 dan 3 Juni 2026.
Meski sudah dijadwalkan dan disetujui ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie, namun keputusan akhir pelaksanaan fit and proper test tersebut menunggu hasil sidang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sumsel yang akan dilaksanakan 2 Juni mendatang.
“Sampai saat ini belum ada perubahan (2-3 Juni), tapi itu tergantung Banmus nantii,” kata Meillinda.
Dalam surat resmi DPRD Sumsel terkait jadwal kegiatan uji kelayakan dan kepatutan (Fit And Proper Test) calon anggota KPID Provinsi Sumsel, dilaksanakan pada 2-3 Juni 2026.
Dari 21 calon yang akan menjalani fit and proper test, pada hari pertama dijadwalkan sebanyak 6 calon yang melakukan uji kepatutan dan kelayakan yang dimulai dari pukul 14.40 Wib hingga pukul 17.00 Wib. Dimana setiap calon memiliki durasi waktu sekitar 20 menit.
Sementara untuk hari kedua tanggal 3 Juni, akan dilanjutkan satu pukul 09.00 Wib hingga pukul 15.00 Wib dengan 15 calon yang mengikuti, dan durasi sama 20 menit.
Mellinda sendiri mengaku, hingga saat ini belum ada satupun pihak, yang menitipkan calon tertentu kepada dirinya maupun anggota dewan lainnya.
“Di sini, nanti kita lihat berapa orang calon KPID. Kita tanya mana yang betul-betul mampu menjawab pertanyaan, visi misinya benar-benar sesuai dengan kemampuannya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, sebanyak 13 anggota DPRD akan bermusyawarah untuk memilih 14 orang dari 21 calon yang ada. Proses pemilihan ini dilakukan secara kolektif dan bertanggung jawab.
“Kita akan memilih 14 orang dari 21 calon yang nanti diakomodir, sebab saat ini jumlahnya 21 orang kemudin dipilih 14, baru dipilih lagi 7 orang untuk dilantik, dengan 7 orang untuk cadangan,” tambahnya.
Yang menarik, Chairul menambahkan jika secara terbuka menyatakan bahwa sampai hari ini belum ada pihak yang melakukan ‘titipan’ terhadap calon-calon KPID. Ia mengingatkan agar proses seleksi ini berjalan bersih dan demokratis.
“Sampai hari ini, belum ada yang melakukan titipan. Saya ingatkan kepada calon-calon KPID, jangan coba-coba menggunakan media sosial atau gerakan-gerakan notifikasi yang tidak patut. Saya belum mendengar ada titipan dari pihak-pihak tertentu,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi peringatan dini dari legislator Demokrat tersebut. Chairul menegaskan bahwa praktik titipan atau intervensi dari pihak manapun akan merusak esensi demokrasi dalam pemilihan penyelenggara penyiaran daerah.
“Kalau ada titipan, berarti tidak demokratis. Kita tolak itu,” pungkasnya.
Proses uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KPID Sumsel terus berlangsung, dan diharapkan menghasilkan tujuh komisioner yang benar-benar kompeten dan berintegritas. (*)

























