KATANEWS.ID, Palembang – Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama Perum Bulog resmi menandatangani dokumen hibah penyediaan infrastruktur pasca panen di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (9/4).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum., bersama Direktur SDM dan Umum/Transformasi Perum Bulog, Prof. Sudarsono Hardjosoekarto. Kesepakatan serupa juga dilakukan oleh Kabupaten Empat Lawang dan Banyuasin.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa hibah lahan seluas 3 hektare di Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan gudang Bulog. Keberadaan gudang ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di Bumi Serasan Sekundang serta menjaga stabilitas harga hasil panen.
Ia menjelaskan, gudang Bulog nantinya akan berfungsi sebagai pusat penyimpanan cadangan pangan sekaligus lumbung strategis daerah. Dengan adanya fasilitas ini, gabah dan jagung hasil panen petani dapat terserap secara maksimal, sehingga petani tidak mengalami kerugian saat panen raya.
Selain itu, gudang tersebut juga akan mendukung program MEMBARA (Muara Enim Beras Murah) agar distribusi bahan pangan bersubsidi bagi masyarakat dapat berjalan lebih lancar.
Bupati menambahkan, produksi padi di Kabupaten Muara Enim pada tahun 2025 mencapai 206.211,43 ton gabah kering panen (GKP) atau setara 113.089 ton beras. Namun selama ini, sebagian besar hasil panen masih harus dikirim ke gudang Bulog di Kabupaten Lahat, sehingga menambah biaya distribusi dan membuat penyerapan gabah belum optimal.
Dengan adanya gudang baru di Muara Enim, sistem logistik pangan diharapkan menjadi lebih efisien dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Lebih lanjut, pembangunan gudang Bulog ini juga diarahkan untuk mendukung pengendalian inflasi daerah. Berdasarkan data, inflasi Muara Enim per Maret 2026 tercatat sebesar 3,49 persen, atau turun 1,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Melalui ketersediaan buffer stok beras dan komoditas pangan lainnya, pemerintah optimistis harga kebutuhan pokok dapat lebih stabil di pasaran.
Sementara itu, Prof. Sudarsono Hardjosoekarto menyampaikan bahwa setelah penandatanganan ini, tahapan selanjutnya adalah persiapan, kajian teknis, serta pemilihan konsultan pelaksana sebelum konstruksi dimulai.
Ia menargetkan pembangunan gudang Bulog di Muara Enim dapat rampung pada Desember 2026 dan siap diserahterimakan untuk operasional penuh. (*)




























