KATANEWS.ID, Muara Enim – Batik Petule khas Muara Enim semakin menunjukkan eksistensinya di panggung mode daerah. Hal ini terlihat dalam ajang Fashion Show Pesona Wastra Sumatera Selatan yang digelar oleh Dekranasda Provinsi Sumsel di Ballroom Arya Duta Palembang, Kamis (2/4).
Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Muara Enim, Hj. Heni Pertiwi Edison, S.Pd., tampil memukau mengenakan batik petule bernuansa ungu dan putih yang dipercantik dengan hiasan payet berkilau. Ia berjalan anggun di atas catwalk bersama para Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Sumsel.
Penampilannya turut disaksikan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel, Febrita Lustia Deru. Kehadiran Heni di panggung tidak hanya menampilkan keindahan busana, tetapi juga mempertegas bahwa batik petule merupakan simbol kebanggaan daerah.
Sorotan lampu panggung semakin menambah kesan elegan pada busana yang dikenakan. Suasana pun berubah hangat saat Bupati Muara Enim, Edison, menyerahkan buket bunga kepada sang istri di tengah catwalk. Aksi spontan tersebut menjadi momen romantis yang mencuri perhatian para hadirin dan disambut tepuk tangan meriah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Edison menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan batik petule yang semakin dikenal luas. Ia menilai batik tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi ikon wastra lokal.
Sementara itu, Heni Pertiwi Edison mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, batik petule bukan sekadar karya seni, tetapi juga wujud kecintaan terhadap budaya lokal yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
Batik petule sendiri terinspirasi dari tanaman oyong yang banyak ditemukan di Kecamatan Empat Petulai Dangku, tepatnya di Desa Banuayu. Dari bahan sederhana tersebut lahir motif khas yang kini menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Muara Enim. (*)




























