KATANEWS.ID, Palembang – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumatera Selatan mulai mematangkan persiapan menuju Musyawarah Wilayah (Muswil) 2026.
Salah satu agenda strategis yang akan digelar adalah Pra Muswil KAHMI Sumsel yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026 di Hotel Swarna Dwipa Palembang.
Forum tersebut diproyeksikan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi KAHMI Sumsel ke depan, termasuk membahas model kepemimpinan yang akan diterapkan pada periode mendatang.
Ketua Bidang Organisasi MW KAHMI Sumsel, Joe Martin Chandra, mengatakan Pra Muswil bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan wadah konsolidasi besar yang akan menentukan berbagai kebijakan strategis KAHMI di tingkat provinsi.
“Pra Muswil pada Agustus 2026 ini akan membahas program kerja KAHMI Sumatera Selatan ke depan, sekaligus mengonsolidasikan organisasi secara menyeluruh,” ujar Joe Martin Chandra kepada wartawan, Minggu (7/6/2026).
Menurut Joe, salah satu pembahasan penting dalam forum tersebut adalah evaluasi sistem kepemimpinan organisasi, apakah tetap menggunakan model presidensial atau beralih ke sistem presidium.
Selain itu, Pra Muswil juga akan membentuk panitia seleksi bakal calon Ketua Umum maupun Presidium MW KAHMI Sumsel.
Sebagai tahapan awal menuju Muswil, Pra Muswil memiliki peran strategis dalam mempersiapkan berbagai aspek organisasi. Mulai dari penyusunan program kerja, evaluasi kinerja kepengurusan, penyampaian laporan pertanggungjawaban, hingga penjaringan calon pimpinan wilayah.
Forum ini juga akan menjadi ruang dialog antara pengurus wilayah dan majelis daerah untuk membahas berbagai isu strategis organisasi. Di antaranya penetapan tata tertib Muswil, verifikasi kuorum peserta, serta penyampaian visi dan misi para kandidat yang akan maju dalam kontestasi kepemimpinan KAHMI Sumsel.
Tak hanya itu, para bakal calon pimpinan akan diberikan kesempatan memaparkan gagasan dan konsep pengembangan organisasi di hadapan peserta yang memiliki hak suara.
Hasil pembahasan dalam Pra Muswil nantinya akan dirumuskan menjadi sejumlah rekomendasi internal maupun eksternal yang akan dibawa ke sidang pleno Muswil.
Sebagai organisasi kemasyarakatan yang berlandaskan nilai-nilai intelektual dan keislaman, KAHMI memandang forum tingkat wilayah sebagai sarana memperkuat silaturahmi, menjaga soliditas organisasi, serta memastikan keberlanjutan kaderisasi dan kepemimpinan.
Di sisi lain, MW KAHMI Sumsel saat ini juga tengah memperkuat konsolidasi di tingkat daerah sebagai bagian dari persiapan menuju Muswil 2026. (*)






















