KATANEWS.ID, Palembang – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, memberikan peringatan keras kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak main-main soal pengelolaan arsip.
Menurutnya, arsip bukan sekadar tumpukan kertas atau syarat administrasi. Arsip adalah bukti pertanggungjawaban, sumber informasi, dan rekam jejak pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Aprizal dalam kegiatan Penyerahan Laporan dan Piagam Penghargaan Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2026.
“Setiap kebijakan, program pembangunan, hingga penggunaan anggaran harus ada buktinya. Kalau arsipnya berantakan, bagaimana kita mau mempertanggungjawabkan kepada masyarakat?” tegas Aprizal, Selasa (3/10/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan kearsipan internal bukan sekadar ajang lomba untuk dapat piagam penghargaan.
Lebih dari itu, ini adalah alat evaluasi untuk melihat kekurangan dan mendorong perbaikan di setiap OPD.
Aprizal memaparkan, berdasarkan hasil Pengawasan Kearsipan Nasional 2025 dari ANRI, indeks kearsipan kabupaten/kota nasional baru mencapai 62,10.
Sementara indeks digitalisasi arsip nasional mencapai 79,42, naik dari tahun sebelumnya 74,50.
Melihat tren tersebut, Pemkot Palembang terus mendorong transformasi digital melalui aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi).
Namun, Aprizal mengingatkan, digitalisasi bukan hanya sekadar mengubah kertas menjadi file elektronik.
Prosesnya harus tetap sesuai aturan, mulai dari penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penyusutan arsip.
Untuk itu, ia meminta setiap kepala OPD wajib memiliki:
1. Tata naskah dinas
2. Klasifikasi arsip
3. Jadwal retensi arsip
4. Sistem klasifikasi keamanan dan akses arsip
Selain itu, kompetensi SDM pengelola arsip juga harus ditingkatkan dan setiap rekomendasi hasil pengawasan harus ditindaklanjuti.
Aprizal juga mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang yang telah melakukan pembinaan dan pengawasan internal secara konsisten.
Ia berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi seremonial. Bagi OPD yang berprestasi, diminta untuk mempertahankan. Bagi yang nilainya belum optimal, jadikan ini sebagai bahan evaluasi untuk berbenah. (*)




























