KATANEWS.ID, Lubuklinggau – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru bersama Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia HD menghadiri Sidang Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Lubuk Linggau di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau, Sabtu (17/10/2026).
Dalam sambutannya, Herman Deru menekankan pentingnya optimalisasi pendapatan dan rasionalisasi belanja daerah untuk menjaga stabilitas keuangan serta memastikan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik dan persoalan yang berbeda sehingga kebijakan pengelolaan keuangan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
“Setiap daerah memiliki persoalan yang berbeda. Karena itu, kita perlu merasionalisasi dan melihat kembali bagaimana pendapatan maupun belanja daerah dikelola agar lebih efektif,” ujarnya.
Herman Deru mengatakan, optimalisasi pendapatan daerah tidak hanya bergantung pada pajak sebagai sumber penerimaan, tetapi juga pada kemampuan pemerintah daerah dalam menggali potensi ekonomi masyarakat.
Ia mencontohkan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat basis pendapatan daerah. Berdasarkan data Bank Indonesia Sumsel yang disampaikannya, terdapat sekitar 800 ribu UMKM di Sumsel yang berpotensi dikembangkan melalui pembinaan dan kemitraan.
“Banyak potensi yang bisa kita optimalkan, bukan hanya dari pajak. UMKM dapat kita jadikan mitra, kita berikan dukungan agar berkembang, kemudian kita perkuat pendataan dan kepatuhannya. Yang paling penting adalah sinkronisasi data karena data sangat menentukan ketika kita ingin mengoptimalkan pendapatan,” katanya.
Selain itu, Herman Deru meminta pemerintah daerah mencermati berbagai sumber penerimaan lainnya, termasuk pajak bahan bakar minyak (BBM), agar potensi pendapatan dapat dimaksimalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dari sisi belanja, ia mengingatkan agar pemerintah daerah memprioritaskan pengeluaran yang benar-benar dibutuhkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, belanja yang tidak rasional berpotensi menimbulkan persoalan keuangan serta kewajiban yang dapat membebani pemerintah daerah.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar tetap berfungsi dengan baik dan nyaman digunakan masyarakat. Hal tersebut perlu dilakukan sembari menunggu upaya pemerintah pusat dan DPR dalam memperjuangkan pengelolaan keuangan daerah yang sesuai dengan ketentuan Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).
“Kalau kita berbicara tentang keuangan, persoalannya tidak akan selesai-selesai. Namun, kita harus tetap bergerak. Kita harus mampu menjadi shock absorber yang bekerja secara aktif, menjaga stabilitas sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.
Herman Deru juga meminta seluruh jajaran birokrasi tetap tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan dan tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti bekerja. Ia menilai masyarakat dan pimpinan menaruh harapan besar kepada aparatur pemerintah dalam menjalankan amanah.
“Yang dituntut dari kita adalah menjadi birokrat yang tangguh. Ketika kita mengeluh, masyarakat dan pimpinan yang mempercayai kita bisa memberikan rapor merah. Yang penting, kita terus berbuat dan menunjukkan hasil kerja, jangan mudah terbawa perasaan,” tegasnya.
Ia mencontohkan tantangan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dihadapi Sumsel. Menurutnya, kritik harus dijadikan dorongan untuk terus melakukan upaya penanganan di lapangan, bukan menjadi alasan untuk berhenti bekerja.
“Ketika saya dikritik dan diserang terkait karhutla, saya tidak mengeluh. Yang penting saya terus berbuat dan berupaya. Tunjukkan bahwa kita bekerja dan hadir untuk menyelesaikan persoalan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Herman Deru turut menyinggung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang telah ditetapkan berlangsung di Kota Lubuk Linggau. Ia menilai agenda tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah kota untuk mempromosikan daerah sekaligus memberikan kebahagiaan kepada masyarakat melalui kegiatan olahraga.
Sebagai Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan bahwa dirinya memiliki perspektif tersendiri dalam melihat pembangunan, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan di setiap kabupaten dan kota. Ia mengajak seluruh kepala daerah menjadikan evaluasi sebagai dorongan untuk terus memperbaiki kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara kepala daerah dan wakil kepala daerah serta membangun komunikasi yang baik dengan DPRD. Menurutnya, stabilitas pemerintahan merupakan salah satu faktor penting untuk memastikan program pembangunan berjalan secara berkelanjutan.
“Saya berterima kasih kepada wali kota dan wakil wali kota yang masih akur dan harmonis. Semoga kondisi ini terus terjaga. Jika kepala daerah dan wakilnya tidak harmonis, akan banyak pihak yang terlibat dan hal itu tidak boleh terjadi. Begitu juga hubungan dengan DPRD harus dijaga,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Lubuk Linggau Rahmat Hidayat mengatakan bahwa peringatan HUT ke-25 menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Lubuk Linggau yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghargai perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan kota. Menurutnya, kemajuan Lubuk Linggau merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak yang berkontribusi bagi daerah.
Rahmat juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berperan dalam pembangunan Kota Lubuk Linggau. Ia menegaskan bahwa berbagai program pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup.
“Fokus pembangunan diarahkan pada terwujudnya Lubuk Linggau yang mandiri secara ekonomi, didukung birokrasi yang inovatif, serta peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur. Semua program tersebut harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Melalui momentum HUT ke-25 ini, Pemerintah Kota Lubuk Linggau diharapkan semakin memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi daerah, menjaga stabilitas pemerintahan, serta mendorong pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (*)




























