KATANEWS.ID, Palembang – Kualitas udara di Kota Palembang semakin memburuk dan mulai membahayakan kesehatan masyarakat. Kabut asap yang semakin menebal dalam beberapa hari terakhir turut meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Melihat kondisi tersebut, Partai NasDem Sumatera Selatan mengambil langkah cepat dengan membuka Posko ISPA Gratis bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Posko tersebut dimotori langsung Sekretaris Wilayah DPW NasDem Sumsel, H Nopianto SSos MM. Layanan ini difokuskan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis bagi warga yang mengalami keluhan ISPA akibat paparan asap.
Tak hanya membuka layanan kesehatan, NasDem Sumsel juga membagikan sebanyak 40.000 masker dan air mineral kepada masyarakat di tiga titik padat di Kota Palembang, yakni Simpang Lima DPRD Sumsel, kawasan Masjid Agung, dan Simpang Patal.
H Nopianto mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian NasDem Sumsel terhadap masyarakat di tengah kondisi udara Palembang yang semakin memburuk.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah masker, terutama pengguna kendaraan. Cuaca semakin buruk,” sebutnya.
Menurut Nopianto, masyarakat yang sudah mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap dapat langsung mendatangi Klinik NasDem Peduli di kawasan Sukarame.
Layanan pemeriksaan dan pengobatan di klinik tersebut diberikan secara gratis dan ditangani oleh tenaga medis profesional.
Sementara itu, Ketua Badan Rescue NasDem Sumsel, dr Fiqi, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap. Ia menyebut partikel asap yang menyelimuti Kota Palembang berbahaya bagi sistem pernapasan, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok rentan.
“Jika tidak ada kepentingan mendesak, jangan keluar rumah terlebih dahulu. Baik anak-anak maupun orang dewasa,” imbaunya.
Ia juga mengingatkan warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker yang mampu menyaring partikel asap.
“Jika terpaksa harus keluar, warga wajib menggunakan masker yang mampu menyaring partikel, bukan masker biasa,” tukas dia.
dr Fiqi turut meminta masyarakat tetap menerapkan pola hidup sehat serta mengikuti anjuran pemerintah selama kondisi kualitas udara di Palembang masih memburuk. (*)






















