Banyuasin – Kabupaten Banyuasin sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar di Provinsi Sumatera Selatan, mengambil langkah signifikan dengan memasuki tahap akhir dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah – Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) dilaksanakan di Ruang Rapat Rampai Talang, Bappeda dan Litbang Kabupaten Banyuasin, Selasa (21/11).
Acara tersebut bertujuan untuk membahas rancangan dokumen secara terbuka dan mendapatkan masukan konstruktif dari berbagai pihak terkait. Langkah ini menunjukkan komitmen penuh dari berbagai sektor dalam mencapai tujuan berkelanjutan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
Penjabat Bupati Banyuasin, H. Hani Syopiar Rustam, SH melalui Kepala Bappeda Litbang Banyuasin, Ir. Kosaruddin menyampaikan bahwa tahapan akhir ini merupakan bagian integral dari upaya penyempurnaan dokumen RAD-KSB.
Pembentukan RAD-KSB di Kabupaten Banyuasin bukan hanya inisiatif lokal, melainkan merupakan mandat dari pemerintah pusat. Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun kelapa sawit dan mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banyuasin.
Proses penyusunan dokumen ini mendapat dukungan dari lembaga riset independen, World Resources Institute Indonesia (WRI Indonesia), dan Hutan Kita Institute (HaKI).
Dokumen RAD-KSB disusun oleh tim penyusun yang melibatkan berbagai unsur, termasuk OPD Banyuasin, akademisi, perwakilan perusahaan, NGO, Asosiasi kelapa sawit (APKASINDO/GAPKI), dan pakar/praktisi kelapa sawit. (ril)






















