Lubuklinggau – Tindak lanjut ratusan guru PGRI Lubuklinggau setelah audiensi dengan pihak Kejari Lubuklinggau hari Jumat lalu, hari ini Selasa (24/10/2023) ratusan guru PGRI mendatangi kepolisian resort polres Lubuklinggau.
Kedatangan ratusan guru PGRI Lubuklinggau kali ini menggelar audiensi bersama kapolres dikantor Polres Lubuklinggau lantai dua Jalan Yos Sudarso Kelurahan Dempo Kecamatan Timur Dua.
Ratusan guru yang bernaung dalam PGRI Lubuklinggau ini mengeluh kesah kepada Polres Lubuklinggau, diduga oknum LSM/Wartawan memeras kepala sekolah SD,SMP dan SMA.
Setelah melakukan audiensi Ketua PGRI Erwin Susanto menyampaikan pertama dalam rangka silaturahim. “Dan yang kedua kami menyampaikan atas segala bentuk keresahan para kepala sekolah di jenjang SD SMP SMA terkait oknum oknum LSM atau wartawan yang sering mengintimidasi, sehingga kepala sekolah tidak nyaman untuk melaksanakan tugas di satu pendidikan masing-masing.
“Alhamdulillah hari ini Pak Kapolres menanggapi apa keluhan kami, keresahan kami,” ungkapnya.
Kapolres merespon dan siap membantu/membackup satu pendidikan ketika sudah tidak merasa nyaman atas intimidasi atau pemerasan oknum LSM/wartawan yang sering membuat sekolah tidak nyaman.
Atas kejadian yang di sekolah yang diduga pemerasan oleh oknum LSM/Wartawan tersebut pihak kapolres siap mendampingi.
“Pertemuan ini, inti permasalahannya sama dengan pertemuan dengan kejaksaan Negeri Kota Lubuklinggau Jumat lalu,” jelasnya,
Atas audiensi kami dikejaksaan pada hari jumat yang lalu yang kami sampaikan kepada bapak kajari Lubuklinggau maka timbul reaksi dari kawan-kawan oknum media dan juga LSM yang secara bergerombolan mendatangi sekolah-sekolah, ada dua sekolah didatangi yakni dua sekolah SMA dan satu SMP.
Tujuan mereka rame-rame mendatangi kesekolah untuk mengklarifikasi tentang realisasi dana BOS di sekolah tersebut, kalau mau klarifikasi cukup satu atau dua orang jangan sampai sebanyak itu hingga 20o rang.
“Tapi yang kami sayangkan kalau sudah sebanyak itu bukan klarifikasi sebaliknya melakukan intimidasi,” katanya.
Terkait apa yang mereka lakukan kepada kami kemarin, kami punya hak sebagai warga negara. “Kami sebagai guru untuk melaporkan keresahan kami selama ini, kami sudah muak di intimidasi oleh oknum LSM/wartawan,” tutupnya. (mil)




























