KATANEWS.ID, JAMBI | Semangat Sumpah Pemuda tentang persatuan dalam keberagaman turut dihidupkan Rumah BUMN Jambi, binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), melalui dukungan terhadap Pekan Hari Tuli dan Bahasa Isyarat Internasional 2026 di Jambi. Kegiatan ini menjadi ruang bagi teman Tuli dan masyarakat untuk bertemu, belajar, berinteraksi, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMK Tuli memperkenalkan produknya.
Rumah BUMN Jambi binaan PLN UID S2JB turut memberikan dukungan berupa doorprize peralatan listrik serta fasilitasi kegiatan pameran. Dukungan tersebut juga membuka ruang bagi empat UMK yang dikelola teman Tuli untuk menampilkan dan memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan semangat Sumpah Pemuda relevan dengan upaya membangun ruang yang memberi kesempatan setara bagi setiap orang untuk berkembang.
“Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Semangat itu kami maknai dengan membuka lebih banyak ruang agar setiap orang dapat belajar, berkarya, dan berkontribusi. Melalui Rumah BUMN Jambi, kami ingin mendukung terciptanya ekosistem pemberdayaan yang inklusif, termasuk bagi teman Tuli,” ujar Diksi.
Menurut Diksi, pembinaan Rumah BUMN Jambi tidak hanya diarahkan pada pengembangan usaha, tetapi juga menjadi ruang belajar, kolaborasi, dan penguatan kapasitas masyarakat.
“Pemberdayaan harus memberi kesempatan kepada siapa pun untuk berkembang. Ketika ruang belajar, ruang usaha, dan ruang interaksi dibuka lebih luas, masyarakat memiliki peluang yang lebih besar untuk menunjukkan potensi yang dimiliki,” lanjutnya.
Ketua Panitia Pekan Hari Tuli dan Bahasa Isyarat Internasional 2026, Putri Fatima Azzahra, menyampaikan bahwa dukungan dari Rumah BUMN Jambi membantu kegiatan menjadi lebih terbuka sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMK Tuli.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang mengenalkan bahasa isyarat, tetapi juga memperlihatkan bahwa teman Tuli memiliki karya, kemampuan, dan potensi usaha yang layak dikenal masyarakat. Dukungan Rumah BUMN Jambi sangat membantu, terutama dalam penyediaan fasilitas pameran bagi UMK Tuli untuk memperkenalkan produknya,” ujar Putri.
Menurut Putri, interaksi langsung antara masyarakat dan teman Tuli menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman yang lebih baik.
“Ketika masyarakat mau belajar bahasa isyarat dan berinteraksi langsung, komunikasi menjadi lebih terbuka. Kami berharap kegiatan seperti ini membuat masyarakat semakin nyaman berkomunikasi dengan teman Tuli dan melihat mereka sebagai bagian yang setara dalam kehidupan sosial maupun ekonomi,” lanjutnya.
Bagi Rumah BUMN Jambi, inklusivitas perlu hadir dalam bentuk kesempatan yang nyata. Karena itu, dukungan terhadap Pekan Hari Tuli dan Bahasa Isyarat Internasional 2026 menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan yang lebih terbuka bagi berbagai kelompok masyarakat.
“Ruang yang inklusif bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga memastikan setiap orang mendapatkan kesempatan untuk tumbuh. Kami berharap dukungan seperti ini dapat membuka semakin banyak ruang bagi teman Tuli untuk berkarya, berusaha, dan berkontribusi,” tutup Diksi.
Sebagai pembina Rumah BUMN Jambi, PLN UID S2JB akan terus mendorong hadirnya program dan kolaborasi yang memperkuat kapasitas masyarakat serta membuka akses yang lebih setara bagi berbagai kelompok. (*)






















