KATANEWS.ID, Palembang – Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat upaya mengantisipasi banjir di tengah memasuki musim penghujan.
Sebanyak tujuh titik rawan genangan air menjadi sasaran peninjauan untuk mengevaluasi kondisi drainase sekaligus mendorong percepatan penanganan infrastruktur di sejumlah ruas jalan strategis.
Peninjauan yang dilakukan pada Selasa (27/10/2026) tersebut merupakan kelanjutan dari pemantauan di sejumlah lokasi sebelumnya. Salah satu upaya yang direncanakan adalah pembangunan cross drain atau drainase silang untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan.
Namun, penanganan sejumlah titik tersebut masih menghadapi kendala anggaran dan pembagian kewenangan. Sebagian besar lokasi berada di ruas jalan nasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan koordinasi lintas instansi diperlukan agar penanganan genangan dapat direalisasikan sesuai kewenangan masing-masing.
“Rata-rata memang banyak wilayah jalan nasional dan itu wewenang Balai Besar Jalan,” ujar Isnaini, Selasa (27/10/2026).
Menurut Isnaini, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama yang menyebabkan rencana penanganan infrastruktur di sejumlah lokasi belum dapat direalisasikan pada tahun ini, termasuk pembangunan drainase silang.
Pemkot Palembang sebenarnya berharap penanganan tersebut dapat dilaksanakan pada 2026. Namun, berdasarkan koordinasi yang dilakukan, realisasinya harus menunggu hingga tahun depan.
“Kita inginnya memang di tahun ini, tapi mereka memang tidak sanggup. Jadi, mereka menyanggupinya di tahun depan,” jelasnya.
Tujuh Titik Rawan Genangan Jadi Perhatian
Adapun tujuh lokasi yang menjadi perhatian Pemkot Palembang meliputi kawasan depan Asrama Haji, Jalan Nurdin Panji, Jalan Sekuntum Bunga, depan Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Bay Salim atau kawasan Rambang, Jalan Mayor Ruslan, serta Jalan Residen Rojak.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan agar aliran air dapat berjalan lebih optimal, terutama ketika intensitas hujan meningkat.
Isnaini menegaskan, penanganan titik-titik rawan genangan merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dalam mengatasi persoalan banjir di Kota Palembang.
Karena itu, koordinasi antara Pemkot Palembang dan instansi terkait, khususnya yang berwenang menangani jalan nasional beserta infrastruktur drainasenya, akan terus didorong agar rencana penanganan dapat segera direalisasikan.
Masyarakat Diminta Ikut Menjaga Saluran Drainase
Selain pembenahan infrastruktur, Pemkot Palembang juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mengantisipasi genangan air, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase tidak tersumbat sampah.
Menurut Isnaini, persoalan genangan tidak hanya berkaitan dengan kondisi dan kapasitas drainase, tetapi juga dipengaruhi oleh kelancaran aliran air yang perlu dijaga bersama.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke saluran air yang dapat menyebabkan penyumbatan dan menghambat aliran saat hujan turun.
“Mohon dibantu juga dalam hal pembersihan saluran. Karena memang pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari masyarakat,” tutupnya.
Pemkot Palembang berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat memperkuat upaya pengendalian genangan, sembari mendorong percepatan penanganan infrastruktur di titik-titik rawan banjir. (*)






















