KATANEWS.ID, Muba – Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk memperkuat komitmen kebersamaan. Bupati Musi Banyuasin, HM Toha Tohet, bersama Wakil Bupati, Abdur Rohman Husen, mengimbau seluruh pimpinan perusahaan di Musi Banyuasin untuk terus mempererat kolaborasi bersama Camat, Kapolsek, dan Danramil sampai tingkat level Pemerintah desa dan kelurahan bersama masyarakat.
Melalui sosialisasi yang intensif dan pendekatan persuasif di area operasional masing-masing, kita wujudkan kepedulian bersama dengan menghindari pembakaran kebun dan lahan dalam bentuk apa pun.
Menindaklanjuti arahan pimpinan daerah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Banyuasin, Herryandi Sinulingga, AP, menyampaikan pesan ajakan hangat namun strategis kepada seluruh jajaran manajemen perusahaan melalui Forum HRD Muba:
“Dalam menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan, mencegah jauh lebih baik, lebih aman, dan lebih bijak daripada memadamkan. Kelalaian kecil bisa berdampak luas pada keberlangsungan usaha dan kenyamanan lingkungan kerja. Karena itu, mari kita pastikan seluruh langkah pencegahan berjalan optimal di seputaran wilayah kerja masing-masing.”
4 Tahapan Penting Pencegahan Karhutla di Lingkungan Perusahaan
Sebagai bentuk komitmen dan kesiapsiagaan internal, Kadisnakertrans imbau setiap perusahaan untuk menjalankan empat tahapan pencegahan secara berkala:
1. Tahap Deteksi & Pemetaan Area Rawan
* Melakukan pemetaan (mapping) titik-titik rawan api di sekeliling batas area kerja dan perkebunan perusahaan.
* Mengaktifkan menara pemantau serta mengoptimalkan patroli rutin tim internal di titik kritis.
1. Tahap Cek & Ricek Sarana Pemadam
* Memastikan kelayakan fungsi seluruh peralatan pemadam kebakaran (mesin pompa, selang, nozzle, hingga pasokan air/embung).
* Memastikan alat pelindung diri (APD) dan sarana pendukung siap guna jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
1. Tahap Kesiapan & Pelatihan Personel
* Memastikan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan dalam kondisi siaga (standby) dan berkoordinasi baik.
* Melakukan simulasi atau penyegaran singkat kesiapsiagaan tanggap darurat bagi pekerja.
1. Tahap Sinergi & Komunikasi Cepat
* Membangun posko komunikasi bersama warga sekitar, Camat, Kapolsek, dan Danramil.
* Mengedepankan sistem pelaporan dini agar potensi titik api sekecil apa pun dapat ditangani dengan cepat sebelum membesar.
Dengan semangat gotong royong dan kesadaran bahwa mencegah adalah langkah terbaik, kita optimis menjaga Musi Banyuasin tetap aman, hijau, dan produktif sepanjang musim kemarau.(*)






















