KATANEWS.ID, Palembang – KAI Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) mencatat minat masyarakat dalam menggunakan LRT Sumsel sebagai transportasi publik selama periode libur akhir pekan yang bersamaan dengan Kenaikan Yesus Kristus. Selama lima hari masa libur, terhitung mulai Rabu (13/5) hingga Minggu (17/5), LRT Sumsel telah mengangkut sebanyak 66.764 penumpang.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan bahwa jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 18 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 lalu yang tercatat sebanyak 56.764 penumpang.
“Selama periode libur akhir pekan Kenaikan Yesus Kristus, LRT Sumsel mengangkut sebanyak 66.764 penumpang atau rata-rata 13.352 penumpang per hari, jumlah ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin baik dalam memanfaatkan transportasi publik, khususnya LRT Sumsel, sebagai moda transportasi dalam beraktivitas,” ujar Aida, Senin (18/5/2026)
Peningkatan jumlah pengguna LRT Sumsel tersebut turut dipengaruhi oleh berbagai kegiatan masyarakat dan event menarik yang diselenggarakan Pemerintah Kota Palembang, seperti Car Free Night (CFN) pada Sabtu malam serta Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi yang menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk beraktivitas di pusat kota.
Dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada pelaksanaan Car Free Night, LRT Sumsel juga melakukan penambahan perjalanan pada Sabtu malam menjadi 98 perjalanan dari sebelumnya sebanyak 94 perjalanan reguler setiap harinya.
Dengan tarif yang terjangkau masyarakat dinilai semakin memilih menggunakan LRT Sumsel dibandingkan kendaraan pribadi. Selain lebih praktis, penggunaan LRT Sumsel juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menuju berbagai titik strategis di Kota Palembang seperti kawasan Stasiun Ampera, Stasiun Cinde maupun stasiun yang berdekatan dengan pusat perbelanjaan modern tanpa harus khawatir terhadap kemacetan lalu lintas.
Data menunjukkan selama masa libur diakhir pekan Hari Kenaikan Yesus Kristus menunjukkan stasiun terpadat, sebagai berikut :
1. Stasiun Asrama Haji melayani 12.139 penumpang menjadi stasiun terpadat,
2. Stasiun Ampera melayani 11.279 penumpang,
3. Stasiun DJKA melayani 9.141 penumpang,
4. Stasiun Bumi Sriwijaya melayani 7.944 penumpang, dan
5. Stasiun Bandara melayani 4.298 penumpang.
Aida menambahkan bahwa peningkatan jumlah penumpang ini menjadi indikator positif atas meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan angkutan umum yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.
Penggunaan transportasi publik seperti LRT Sumsel juga sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung konsep go green melalui pengurangan emisi karbon, penghematan energi, serta mengurangi tingkat kemacetan di perkotaan sebagai bagian dari upaya menuju Net Zero Emission.
“KAI Divre III Palembang sebagai operator bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta mendukung program pemerintah daerah dalam mendorong sektor pariwisata dan Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum. Serta terus mengimbau masyarakat untuk selalu menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama dalam beraktivitas sehari-hari demi menciptakan sistem transportasi yang modern, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” ucap Aida mengakhiri. (*)




























