Herman Deru Sebut Pembangunan Jembatan Jawab Persoalan Akses Wilayah

KATANEWS.ID, Musi Rawas – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru didampingi Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang serta Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud meresmikan 17 infrastruktur jembatan di Sumsel. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti di Jembatan Air Temelat, Desa Ciptadadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Jumat (8/5/2026).

Gubernur Herman Deru mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumsel dalam memperpendek akses antarwilayah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah, dalam beberapa minggu ini saya beberapa kali ke Musi Rawas. Tadi Kepala PU menjelaskan, jembatan dari PALI sampai Simpang Semambang Musi Rawas jumlahnya 33 jembatan. Insya Allah masih ada dua lagi yang akan dibangun. Artinya, saat ini sudah 31 jembatan yang dibangun dan ini akan terus berjalan,” kata Herman Deru.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur tersebut berangkat dari sejarah panjang wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Muratara yang dahulu memiliki jarak tempuh sangat jauh menuju Palembang hingga mencapai 11 jam perjalanan.

“Dulu sering muncul cerita soal pemekaran Sumsel karena jaraknya terlalu jauh. Kemudian timbul pemikiran bagaimana mendekatkan wilayah ini. Salah satunya dengan pembangunan jalan dan jembatan yang memang sudah diinginkan para pemimpin sebelumnya,” ujarnya.

Herman Deru mengungkapkan, pembangunan jembatan tersebut dapat terealisasi setelah pihaknya berupaya meyakinkan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Kehutanan, serta memanfaatkan kebijakan refocusing anggaran pada masa pandemi Covid-19.

“Sekarang kita sudah merasakan manfaatnya walaupun belum sempurna karena masih ada dua jembatan lagi yang akan dibangun secara bertahap. Sekarang akses sudah lebih dekat. Saya ingat waktu pertama diresmikan, banyak masyarakat bersyukur sampai memotong kambing dan lainnya,” ungkapnya.

Menurut Herman Deru, pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pelayanan publik dan konektivitas antarwilayah di Sumsel.

“Mudah-mudahan apa yang kita perbuat ini bermanfaat bagi masyarakat Sumsel dan kita selalu bisa memberikan pelayanan serta pembangunan terbaik bagi daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Herman Deru bersama Wakil Gubernur Cik Ujang atas perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Musi Rawas.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang. Pembangunan ini merupakan wujud komitmen Pemprov Sumsel,” katanya.

Ia mengaku terharu mendengar pembangunan 33 jembatan di ruas jalan PALI–Musi Rawas, terlebih masih ada dua jembatan lagi yang akan dibangun tahun ini.

“Ini berarti Pak Gubernur sangat memperhatikan Kabupaten Musi Rawas. Banyak pembangunan yang telah dilakukan, seperti rumah sakit dan infrastruktur lainnya,” ujarnya.

Menurut Ratna Machmud, pembangunan jembatan tersebut akan mempermudah mobilitas masyarakat, baik untuk akses pendidikan, kesehatan, maupun mendorong pertumbuhan perekonomian lokal.

“Saya menitip pesan kepada masyarakat agar jembatan yang dibangun ini dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan dalam waktu yang lama. Semoga jembatan ini membawa berkah dan kemajuan bagi Musi Rawas,” tandasnya.

Adapun 17 jembatan yang diresmikan Gubernur Herman Deru, yakni:

1. Kabupaten OKU Timur: Jembatan Sukaraja, Jembatan Air Tuha, Jembatan Air Cempaka, dan Jembatan Bantan Pelita.

2. Kabupaten Ogan Ilir: Jembatan Air Rasau Bentang, Jembatan STA 01+600 Tanah Abang, dan Jembatan STA 03+100 Tanah Abang.

3. Kabupaten OKI–Banyuasin: Jembatan Air Sugihan.

4. Kabupaten OKU: Jembatan Air Serami dan Jembatan Air Serami Kecil.

5. Kabupaten Muara Enim: Jembatan Lembak Kecil V.

6. Kabupaten PALI: Jembatan Air Baung dan Jembatan Air Seloyan.

7. Kabupaten Musi Rawas: Jembatan Air Tambangan, Jembatan Air Benakat, Jembatan Air Siamang, dan Jembatan Air Temelat.