KATANEWS.ID, Palembang – Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Selatan resmi mengumumkan 21 peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi untuk periode 2025–2028. Pengumuman ini menjadi tahapan penting dalam proses penjaringan figur yang akan mengawal kualitas penyiaran di Sumatera Selatan.
Penetapan 21 nama tersebut dilakukan setelah melalui serangkaian seleksi ketat dan transparan, mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis berbasis Computer Assisted Test (CAT), psikotes, hingga wawancara mendalam.
Dari total 54 peserta yang mengikuti uji kompetensi, terpilih 21 orang terbaik yang terdiri atas 18 peserta umum dan 3 peserta inkumben. Sejumlah nama yang lolos cukup dikenal publik, di antaranya Ahmad Rizali yang pernah menjabat sebagai Penjabat Bupati Muara Enim, serta Fikri Haikal yang sebelumnya menjadi juru bicara pasangan Herman Deru–Cik Ujang pada Pilkada Sumsel.
Tahapan berikutnya adalah Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) yang akan digelar di Komisi I DPRD Sumatera Selatan. Pada tahap ini akan ditentukan siapa saja yang berhak menduduki kursi komisioner KPID Sumsel periode 2025–2028.
Sekretaris Komisi I DPRD Sumsel, Abdullah Taufik, mengatakan pihaknya saat ini masih merumuskan jadwal serta mekanisme pelaksanaan uji kelayakan tersebut.
“Agendanya sedang kami rumuskan. Apakah nanti bentuknya fit and proper test seperti biasa atau ada format lain, itu masih kami bahas. Karena ini sudah masuk bulan kedua tahun ini, dan tentu banyak agenda yang harus mereka kerjakan nantinya,” ujar Taufik saat ditemui di DPRD Sumsel, Kamis (19/2/2026).
Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, DPRD akan mencari figur yang benar-benar profesional dan memahami dunia penyiaran, bukan sekadar mengisi jabatan.
“Kita cari orang profesional yang memang mengerti di bidangnya. Itu yang kita harapkan,” katanya.
Ia juga menyinggung dinamika politik di DPRD yang terdiri dari berbagai fraksi dan latar belakang partai. Meski demikian, ia optimistis proses seleksi akan berjalan objektif.
“Banyak kepala di sini, dari fraksi partai yang berbeda-beda. Tapi mudah-mudahan kita bisa mendapatkan orang-orang yang profesional nantinya,” pungkasnya. (*)






















