Beranda KATA WARGA Warga Sebut Ada Pungli dalam Pelaksanaan PTSL di Kota Tangerang

Warga Sebut Ada Pungli dalam Pelaksanaan PTSL di Kota Tangerang

0

Katanews.id – KOTA TANGERANG – Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) menjadi program yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat di wilayah se-Indonesia. Selain untuk mengganti surat menyurat tanah menjadi sertifikat, program nasional dari Badan Pertahanan Nasional (BPN) RI itu juga digadang-gadangkan tidak memungut biaya sedikit pun.

Namun sayangnya, antusias masyarakat yang menyambut gembira program nasional tersebut, dijadikan lahan mencari keuntungan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab atau biasa disebut Pungutan Liar (Pungli).

Seorang penggiat sosial di Kota Tangerang, Saipul Basri menyebut, pelaksanaan program PTSL dapat berpotensi melanggar hukum. Karena dirinya menduga ada kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah oknum pelaksana dalam pembuatan sertifikat tanah itu.

“Hampir di semua kecamatan di Kota Tangerang yang mendapatkan program itu diduga melakukan pungutan diluar dari ketentuan atau aturan yang berlaku. Besaran pungutan tersebut pun sangat fantastis hingga mencapai jutaan rupiah,” kata Saipul, Kamis (19/04/2018).

Bahkan menurutnya, di salah satu wilayah ada salah satu warga ditolak permohonan sertifikatnya lantaran tidak mampu membayar sejumlah uang yang diminta oleh oknum pelaksana program.

Terlebih, tambah Saipul, proses pembuatan serifikat tanah itu juga masih tergolong sangat lambat. Bagaimana tidak, pada tahun 2017 saja masih banyak sertifikat warga yang belum jadi atau masih dalam proses. Sementara pada pada tahun ini program tersebut sudah harus berjalan kembali.

“Ya pelaksanan PTSL ini semakin tidak jelas.Tahun lalu saja belum selesai, sekarang sudah jalan lagi,” keluhnya

Selain itu, Saipul juga mempertanyakan dasar legalitas kelompok-kelompok masyarakat (Pokmas) yang ditunjuk BPN sebagai pelaksana PTSL di wilayah. Sesuai dengan aturan yang berlaku bahwa penunjukkan Pokmas haruslah dibekali dengan Surat Keputusan (SK).

“Kalau selama ini pokmas tidak dibekali dengan legalitas yang jelas, artinya keberadaan pokmas juga ilegal. Apalagi kalau melakukan pungutan,” ujar pria berkacamata ini.

Melihat pelaksanaan PTSL di Kota Tangerang yang sarat hambatan itu, Saipul mengancam akan menggelar aksi bersama pengiat sosial lainnya. Dirinya juga meminta aparat penegak hukum agar segera mengambil tindakan untuk menertibkan adanya dugaan Pungli oleh oknum di setiap wilayah.

“Saya akan melaporkan ke aparatur penegak hukum sekaligus akan menggalang temen-teman pegiat sosial untuk melakukan gerakan penyampaian aspirasi dimuka umum,” tutupnya. /rill

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here