Beranda HL Usut Tuntas Dugaan Penjualan Tanah Negara di Larangan, Patron Akan Gelar Aksi...

Usut Tuntas Dugaan Penjualan Tanah Negara di Larangan, Patron Akan Gelar Aksi di Kejagung

0

katanews.id – KOTA TANGERANG – Kasus dugaan penjualan tanah negara atau tanah eks desa (bengkok) seluas 2.854 meter2 di Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang masih bergulir di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Proses hukum yang dilakukan oleh Korps Adhyaksa itu pun terus dipantau oleh Patriot Nasional (Patron) Kota Tangerang, LSM yang kali pertama melaporkan dugaan kasus penjualan tanah negara itu ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Sekretaris Patriot Nasional (Patron) Kota Tangerang, Saipul Basri menegaskan akan terus mengikuti perkembangan proses hukum di Kejati Banten. Ia pun meminta Kejati Banten bisa bersikap transparan dalam pengusutan kasus tersebut.

“Saya minta agar Kejati Banten tidak main-main dalam menangani kasus ini, apalagi sampai di-peti-eskan,” tegas Saipul Basri kepada katanews.id, Rabu (28/11/2018).

Pria yang kerab disapa Marsel ini juga berharap Kejati Banten mengedepankan transparansi dalam menjalankan kinerjanya. Kejati, kata dia, harus membuka sejauh mana progres penanganan kasus ini.

Bahkan, Marsel berencana akan menggelar aksi di Kejati Banten dan Kejagung terkait kasus ini. Ia berharap Kejagung bisa mendorong untuk menuntaskan dugaan kasus penjualan tanah negara itu.

“Kita akan melakukan aksi demonstrasi di Kejati Banten dan Kejagung dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Sementara, dari informasi yang dihimpun klikbanten.co.id, setelah terakhir memeriksa pejabat Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Tangerang, tim penyidik juga telah memanggil sejumlah pihak.

Mereka di adalah Sabenih Bin Sidi Lemped yang diduga sebagai figuran dalam proses jual beli tanah yang disinyalir sebagai tanah negara, serta seorang Ketua RT03 di Kelurahan Larangan Utara.

Namun sayangnya hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari Kejati Banten terkait proses pemanggilan kedua pihak yang terkait kasus tersebut.

Diketahui sebelumnya, tim penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Banten telah memanggil sejumlah pihak. Mereka di antaranya Lurah Larangan Utara Iwan Bambang, mantan Kepala Desa hingga Lurah Larangan Utara berinisial RP, MT dan HS.

Selanjutnya Camat Larangan Damiati serta Sekretaris Kecamatan Syamsul Karmala. Terakhir Kejati juga memintai keterangan Kabid Aset pada BPKD Kota Tangerang Dedy Nandoeng.

Sekadar mengingatkan, kasus ini mencuat setelah Patriot Nasional (Patron) Kota Tangerang melaporkan kasus dugaan penjualan tanah negara itu ke Jampidsus Kejagung pada Agustus 2018 lalu.

Dalam laporannya nomor 006/LP/Patron.Tng/VIII/2018 tertanggal 3 Agustus 2018, berisikan dugaan atau indikasi penjualan eks tanah bengkok atau tanah aset desa di Kelurahan Larangan Utara. Belakangan Kejagung melimpahkan kasus ini ke Kejati Banten./Tim-red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here