Remaja Putri Umur 10 Tahun Harus Minum TTD

Kesehatan26 Dilihat

PALEMBANG | Pembukaan Gerakan Nasional Aksi Bergizi dilaksanakan di SMP Negeri 19 Palembang, Rabu (26/10/2022).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr.Hj.Fenty Aprina, M.Kes mengatakan, kegiatan aksi bergizi ini merupakan lanjutan dari kegiatan gerakan masyarakat sehat dimulai dari usia belia.

“Rangkaian kegiatan aksi bergizi ini dilakukan agar kita dapat mengkonsumsi makanan yang bergizi dimulai dengan sarapan yang bergizi. Kemudian setelah sarapan melakukan aktivitas fisik setiap hari dengan berolahraga,” ujarnya.

Dia menjelaskan, remaja putri usia 10 sampai 18 tahun dari kelas 7 sampai kelas 12 itu remaja putri harus makan tablet tambah darah (TTD) secara rutin seminggu sekali. Jadi setiap tahun ada 52 tablet tambah darah yang dikonsumsi supaya untuk menurunkan angka anemia pada remaja putri, yang nanti akan hamil dan supaya kehamilannya sehat dan melahirkan anak-anak yang tidak mengalami kurang gizi.

“Anak itu akan menjadi penerus bangsa dan diharapkan mampu bersaing di kancah internasional,”

Fenty menuturkan, angka anemia itu nasional 48% untuk remaja putri. Oleh sebab itu, perlu kampanye makan tablet tambah darah secara rutin setiap minggu kepada remaja putri.

“Stunting untuk di kota Palembang kalau berdasarkan aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan berbasis gizi masyarakat itu angka stunting di Palembang cukup rendah jadi hanya sekitar 1,1% dan jauh di bawah nasional yang mencapai 16,5%. Untuk Palembang cuman 1,1 persen,” bebernya.

 

Lebih lanjut dia menuturkan, tablet tambah darah itu dibagikan ke sekolah dibagikan ke remaja putri dimulai kegiatan UKS masih Puskesmas. Yang akan membagikan tablet tambah darah ini untuk jumlahnya cukup di dinas kesehatan.

“Jumlah sasaran seluruh remaja putri sekitar angka remaja putri kita seluruh remaja putri 10 sampai 18 tahun mendapat tablet tambah darah,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ansori ST.MM mengatakan, aksi bergizi ini untuk anak-anak bangsa penerus karena ini membuat pola hidup mulai dari makan, olahraga dan sebagainya dan ini dimulai dari usia dari SD sampai dengan SMA.

“Tentunya pola perubahan gizi ini harus disosialisasikan terus dipromosikan. Bukan hanya di sini saja ini adik-adik dari sini mengajak dan terus memberitahu ke orang tuanya perubahan pola hidup mulai dari makan, kegiatan olahraga dan juga ada tablet tambah darah (TTD) ini untuk mencegah anemia karena anemia ini dampaknya kebodohan,” bebernya.

“Anak-anak bangsa semuanya harus pintar. Seperti yang diharapkan dengan aksi bergizi ini jadi anak-anak ini akan bersaing seperti yang disampaikan oleh Dinkes tadi akan bersaing di tingkat nasional. Inilah aksi ini digalakkan terus dan dari rekan-rekan media ini juga untuk selalu bersosialisasikan dan mempromosikan aksi bergizi ini,” tambah Ansori.

Lebih lanjut dia menuturkan, hari ini baru pencanangan secara nasional dan akan terus digalakkan. “Bukan hanya hari ini saja karena digalakkan secara nasional mulai hari ini,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *