Beranda KOTA TANGERANG SELATAN Rakernis Apeksi, Airin: Membangun Kota Tidak Mungkin Hanya Mengandalkan APBD

Rakernis Apeksi, Airin: Membangun Kota Tidak Mungkin Hanya Mengandalkan APBD

0

Katanews.id – KOTA TANGERANG SELATAN – Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menjanjikan perbaikan dan penyederhanakan perizinan sebagai upaya melibatkan kalangan swasta dalam pelaksanaan pembangunan.

“Saat ini untuk membangun Kota Tangerang Selatan tidak mungkin kalau hanya mengandalkan dana APBD saja. Harus ada partisipasi badan usaha di dalamnya,” kata Airin saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Kota Tangerang Selatan, Jumat (15/9/2017).

Airin yang juga menjabat sebagai Ketua Apeksi mengatakan, salah satu yang menjadi persoalan dalam pembangunan perkotaan adalah munculnya perumahan liar atau permukiman di luar kebijakan tata kota. Penyebabnya, lantaran sulitnya hunian yang layak dengan hunian terjangkau di kota-kota besar.

Menurut dia, hadirnya kota-kota penyangga di sekitar Jakarta seperti Tangerang Selatan seharusnya dapat mengurangi urbanisasi. Namun seiring perkembangan dan dinamika pembangunan kota muncul bebagai persoalan terutama terkait permukiman.

“Hadirnya kota-kota baru saat ini seharusnya dapat menyediakan kesempatan berusaha serta hidup yang lebih baik agar tidak menimbulkan kawasan kumuh baru,” jelasnya.

Airin mengatakan, solusi untuk persoalan kota-kota baru adalah kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya. Selain itu, ketersediaan fasilitas sesuai tata ruang perkotaan dan kebutuhan masyarakat.

Karena itu ia berjanji untuk Tangerang Selatan akan memberikan hak yang sama dan setara bagi warganya tidak melihat apakah yang bersangkutan tinggal di dalam komplek perumahan maupun di luar komplek perumahan, yang saat ini seringkali berbenturan karena kepentingan yang berbeda. Airin juga mengungkapkan terkait perzinan sesuai amanat pemerintah pusat sudah banyak yang disederhanakan, termasuk izin HO (Hongeroedeem) atau izin gangguan ketika menjalankan usaha sudah lama dicabut.

“Harapan saya dengan hadirnya Pelayanan Terpadu Satu Pintu di seluruh pemerintah kabupaten/kota maka upaya mendorong investasi dapat maksimal,” pungkasnya. /Mrs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here