Beranda ADVERTORIAL Prioritaskan Fasilitas Pelayanan bagi Masyarakat, Begini Potret Kecamatan Pinang Jaman Now

    Prioritaskan Fasilitas Pelayanan bagi Masyarakat, Begini Potret Kecamatan Pinang Jaman Now

    0

    Katanews.id – KOTA TANGERANG – Sudah menjadi kewajiban bagi Pemerintah Daerah untuk memenuhi segenap kebutuhan masyarakat secara optimal dan maksimal, mulai dari hal-hal yang kecil hingga yang besar. Karenanya, mereka dikenal sebagai abdi masyakat.

    Dengan tugas utama melayani kebutuhan masyarakat tanpa pengecualian, Pemerintah pun semakin kreatif dalam meningkatkan fasilitas pelayanan bagi masyarakatnya. Hal tersebut sebagai bentuk aktualisasi yang disesuaikan dengan standar pelayanan.

    Kecamatan Pinang pun mencoba berinovasi dan terus menyediakan berbagai fasilitas dengan harapan masyarakat yang sedang mengurus keperluan administrasinya merasakan kenyamanan.

    “Kami berupaya untuk terus meningkatkan program Kecamatan dan fasilitas layanan yang lengkap dan memadai, agar masyarakat Pinang dapat mengurus administrasi dengan nyaman,” ujar Camat Piang, M. Agun Dj.

    Camat Agun menyampaikan, Kecamatan Pinang mempunyai program pembuatan KTP-el (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) sehari jadi. Ia menjelaskan, bahwa perekaman dan pencetakan KTP-el dilakukan setiap hari, dia berharap agar masyarakat Pinang yang belum memiliki KTP-el dapat segera memilikinya.

    “Ini kami lakukan sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

    Tak hanya sehari jadi, lanjut Camat, Kecamatan juga menyediakan jasa untuk antar KTP-el ke rumah warga, yang diberi nama Go KTP-el. Dengan begitu warga hanya tinggal menunggu KTP-el miliknya diantar ke rumah masing-masing dengan santai dan tenang.

    Kepada tim Katanews.id, Camat Agun membeberkan fasilitas pelayanan yang telah tersedia di Kantor Kecamatan Pinang. Ia mengatakan Kecamatan Pinang telah menyediakan fasilitas pengisian daya ponsel (charger). Dengan nama yang tertulis Charger Station yang berada di pojok ruang pelayanan, masyarakat dapat menggunakannya dengan gratis.

    “Di samping Charger Station itu juga tak lupa kami sediakan untuk Coffee Break, ada kopi, teh, gula, gelas, dan lainnya. Sambil menunggu antrean, masyarakat yang haus atau ngantuk bisa menunggu panggilan nomor antreannya dengan minum teh atau kopi,” ucapnya.

    Tak berhenti di situ, Camat Agun juga menyampaikan bahwa pihaknya menyediakan Ruang Laktasi, yakni ruang khusus untuk ibu menyusui. Karena menurutnya, dewasa ini banyak para ibu yang bepergian dengan membawa anaknya, baik itu saat bekerja, atau pun saat mengurus surat administrasi di kantor kelurahan maupun kecamatan.

    “Berangkat dari permasalahan itulah, kami menyediakan Ruang Laktasi. Sehingga saat menunggu antrian dalam mengurus sesuatu meskipun membawa balita tetap dapat menyusui di ruangan tersebut,” katanya.

    Pemberian fasilitas tersebut (Ruang Laktasi), lanjut Camat Agun, dimaksud sebagai upaya dalam memberikan perlindungan secara hukum dan kesempatan kepada bayi untuk memperoleh hak dasarnya sejak usia 0 sampai 6 bulan. Sehingga dengan begitu, Ibu akan lebih mudah memberikan ASI eksklusif saat berada di tempat umum. Karena pada dasarnya, pemberian ASI ekslusif dapat bermanfaat untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan bayi.

    “Ini sebagai ikhtiar kita dalam perolehan ASI bagi bayi, agar kekebalan tubuh bayi terus meningkat dan kedekatan terhadap ibu terus terjalin,” tambahnya.

    Selain Charger Station, Coffee Break, Ruang Laktasi, Kecamatan Pinang juga menyediakan sebuah Playground atau tempat bermain anak-anak. Ruang kosong di bawah tangga disulap sedemikian rupa menjadi tempat bermain anak-anak yang asik, aman, dan nyaman. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika hendak membawa putra dan putrinya untuk mendatangi Kantor Kecamatan Pinang sedangkan harus mengurus berbagai administrasi.

    Camat Agun menjelaskan jika penyediaan fasilitas playground merupakan suatu kesengajaan. Tujuannya tidak lain untuk memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat terutama kalangan orangtua yang membawa buah hatinya ke Kantor Kecamatan Pinang.

    “Dengan design yang dibuat senyaman dan seaman mungkin, playground ini diharapkan dapat menghilangkan kebosanan anak saat menemani orang tuanya mengurus administrasi di Kecamatan Pinang,” ucapnya.

    Pada dasarnya, ujar Camat, kenyamanan sebuah pelayanan publik bisa dilihat dari berbagai fasilitas umum yang dimilikinya. Dengan adanya fasilitas yang memadai, masyarakat pun akan semakin nyaman dan senang dalam beraktivitas.

    “Kami juga budayakan Smile Service atau memberi pelayanan dengan senyuman, karena memberikan senyuman merupakan ciri yang menunjukkan kepedulian antar masyarakat, dan juga menunjukan rasa hormat kepada orang lain atas keberadaannya. Dan kami percaya, senyuman dapat membangkitkan kesan yang baik dan positif, juga membangkitkan rasa senang serta sebuah penghormataan dan penerimaan,” terang Camat.

    Tidak hanya fasilitas pelayanan, Camat Agun juga menuturkan, pihaknya terus melakukan dan memperbaiki pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Pinang. Pada tahun 2018 ini, ucap Camat, ada sekitar 7 ribu titik yang akan dilakukan pembangunan jalan lingkungan.

    “Di tahun 2018 ini, tepatnya ada 7.557 pelaksanaan jalan lingkungan yang dikerjakan oleh Kecamatan dan kelompok masyarakat,” tuturnya.

    Menurut Camat Agun, di masing-masing Kelurahan rata-rata berjumlah 400 hingga 900 titik yang akan dilakukan pembangunan. Bahkan di Kelurahan Kunciran sendiri pembangunan jalan lingkungan mencapai 1.146 titik.

    “Sedangkan untuk jumlah Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kecamatan Pinang berjumlah sekitar 2.945 titik,” ungkapnya.

    Dengan berbagai program-program pembangun itulah sebagai wujud realisasi yang dilakukan oleh Kecamatan Pinang.

    “Semoga dengan berbagai fasilitas pelayanan serta pembangunan infrastruktur yang dilakukan dapat dirasakan manfaatnya. Saya juga berpesan kepada masyarakat Pinang untuk menjaga dan merawat pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah sehingga dapat lebih bermanfaat untuk kepentingan bersama. Karena tiang utama yang dibutuhkan adalah kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat dalam menunjang suksesnya semua pelaksanaan program pembangunan,” tutupnya. /Adv

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here