Beranda POLITIK PDI Perjuangan Dukung Platform Pendidikan Digital

PDI Perjuangan Dukung Platform Pendidikan Digital

0

Katanews.id – KOTA TANGERANG – Hari Pendidikan Nasional atau yang disebut juga dengan Hardiknas menjadi hari yang ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara, seorang pelopor pendidikan di tanah air ini.

Berkat kiprah beliau dalam mendirikan dan mengembangkan sekolah Taman Siswa pada 1922, kemudian menjadi titik pijak peringatan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas setiap tanggal 2 Mei.

Sekretaris Jendral PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto melalui Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDI Perjuangan Banten, Sri Hartati, SH menuturkan bahwa keteladanan beliaulah, Ki Hajar Dewantara, yang selalu diutamakan dalam memperingati Hardiknas ini.

“Tokoh pendiri Taman Siswa ini dikenal amat dekat dengan Bung Karno. Bahkan sebelum beliau wafat, Ki Hadjar Dewantara berpesan kepada Bung Karno agar gelora Taman Siswa terus hidup, bersemi dan berkembang di Indonesia Raya, sebagai metode pendidikan yang menekankan pada Rasa Cinta Tanah Air, Cinta Kebudayaan Nusantara, dan Cinta pada Alam Lingkungan Hidup,” ujarnya, Rabu (2/5/2018).

Dalam Taman Siswa itu, kata Sri Hartati, juga diajarkan dasar kepemimpinan dan bagaimana membangun teladan dalam kehidupan yang berpijak pada budaya bangsa.

“Kami PDI Perjuangan mengajak seluruh warga bangsa agar mengembalikan ingatan Taman Siswa sebagai metode pendidikan khas Indonesia,” katanya.

Karena banyak tokoh dan seniman besar lahir dari Taman Siswa seperti Seniman Betawi Benyamin S, Butet Kertaradjasa, Ateng, dan tokoh pendidikan ternama Ki Said Reksohadiprodjo.

“Dari Taman Siswa kita belajar bagaimana sebuah pendidikan bisa membangun kehidupan dengan dasar paling awal ‘Kesadaran Cinta Tanah Air’, dan dari sinilah konsep sebuah bangsa bisa dibangun,” tuturnya.

Mengingat berbagai persoalan pembelahan identitas yang mengikis rasa persatuan sebagaimana terjadi saat ini, Sri Hartati mengatakan, maka sangat diperlukan pentingnya Pendidikan Kebangsaan.

Selain berpijak pada rasa cinta tanah air, Pendidikan Kebangsaan juga dinilai dapat meningkatkan budi pekerti, serta berorientasi bagi lahirnya manusia unggul lahir dan batin sebagaimana menjadi ciri Taman Siswa.

“Pendidikan Indonesia harus mampu menjebol berbagai paham sektarian, radikalisme, dan berbagai hal yang bertentangan dengan Pancasila. Politik pendidikan harus mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun peradaban, dan melahirkan kesadaran menjadi manusia yang bertanggung jawab, sebab pendidikan adalah alat pembebasan dari berbagai keterbelakangan,” paparnya.

Selain itu, dalam Hardiknas ini, PDI Perjuangan juga mendukung terhadap segala upaya pengembangan platform pendidikan digital, seperti ruang guru, coursera, dan lainnya.

“Partai menjadi pendorong pembaharuan dan penggerak intelektualitas di tengah-tengah masyarakat. Dengan platform digital, maka pendidikan untuk semua yang berkeadilan dapat dihadirkan,” tukasnya.

Sri Hartati juga menyampaikan, bahwa PDI Perjuangan berharap agar kualitas guru dapat terus ditingkatkan.

“Kaum guru mesti digerakkan, diperhebat kualitasnya, dan ditingkatkan kesejahteraannya. Guru harus direkrut dari tenaga-tenaga pendidik yang paling hebat dan memiliki kematangan budi pekerti, ketrampilan pengajaran, serta kepemimpinan intelektual sesuai bidangnya,” pungkasnya. /Ian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here