Modal Asing Hengkang dari RI Rp4,22 T Selama Sepekan

Ekbis64 Dilihat

JAKARTA | Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia senilai Rp4,22 triliun selama periode 10-13 Oktober 2022.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan modal asing tersebut keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp3,43 triliun dan dari pasar saham dalam negeri senilai Rp0,79 triliun.

“Selama 2022, berdasarkan data setelmen sampai dengan 13 Oktober 2022, non residen jual neto Rp170 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp71,85 triliun di pasar saham,” ujar Erwin melalui keterangan resminya Jumat (14/10).

Untuk premi credit default swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun tercatat naik ke 160,24 basis poin (bps) per 13 Oktober 2022 dari 154,43 bps per 7 Oktober 2022. Erwin juga menyebutkan indeks dolar AS (DXY) melemah ke level 112,36.

Sedangkan imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN) Indonesia tenor 10 tahun tercatat naik ke level 7,33 persen. Untuk imbal hasil obligasi AS dengan tenor yang sama berada di level 3,944 persen.

Sementara itu, survei pemantauan harga pada minggu II Oktober 2022 menunjukkan inflasi sebesar 0,05 persen (mtm).

Komoditas utama penyumbang inflasi Oktober 2022 sampai dengan minggu kedua yaitu bensin sebesar 0,05 persen (mtm), tarif angkutan dalam kota sebesar 0,04 perdsen (mtm), serta angkutan antar kota, rokok kretek filter, tahu mentah, tempe, dan beras masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Komoditas yang mengalami deflasi pada periode minggu kedua Oktober yaitu telur ayam ras sebesar -0,09 persen (mtm), cabai merah sebesar -0,08 persen (mtm), daging ayam ras sebesar -0,03 persen (mtm), cabai rawit sebesar -0,02 persen (mtm), serta tomat dan minyak goreng masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm).

“Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” ujar Erwin.

Sumber:CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *