Beranda KOTA TANGERANG SELATAN Mahasiswa Tuntut Airin Copot Kepala Dishub Tangsel

Mahasiswa Tuntut Airin Copot Kepala Dishub Tangsel

0

Katanews.id – KOTA TANGERANG SELATAN – Dugaan suap yang dilakukan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) pada proyek konsultan jasa pengawasan pembangunan Terminal Pondok Cabe senilai hampir Rp 500 juta memanggil belasan mahasiswa turun ke jalan.

Mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Organisasi Mahasiswa dan Pemuda (KOMPI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan aksi unjuk rasa di depan Balaikota Tangsel, Jalan Maruga No 1 Ciputat, Jumat (26/1/2018).

Mereka menuntut Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany untuk segera melengserkan Kepala Diahub Tangsel, Sukanta dari jabatannya.

“Kami menuntut Walikota Tangerang Selatan untuk segera mencopot jabatan Kepala Dishub,” teriak salah satu orator aksi, Shibago Tulloh.

Dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Copot Kadishub atau Airin Mundur”, para masa aksi memasuki pintu Balaikota Tangsel.

“Walikota harus berani mencopot Kadishub Tangsel,” tegas Shibago lagi.

Selaku koordinator aksi, Shibago juga mengungkapkan tiga tiga tuntutan yang dilayangkannya pada aksi tersebut. Pertama, terciumnya dugaan suap pada konsultan jasa pengawasan pembangunan Terminal Pondok Cabe di Pamulang dari APBD 2015 senilai hampir Rp500 juta.

“Yang kedua, terkait kasus alih fungsi lahan Terminal BSD yang saat ini telah menjadi lahan parkir komersil,” ungkapnya.

Karena menurutnya, Alih fungsi itu tidak diatur dalam peraturan daerah ataupun Peraturan Walikota. Kemudian yang ketiga, yakni biaya besar yang harus dirogoh oleh pengusaha parkir dalam proses mengurus rekomendasi pengelolaan lahan parkir.

“Kami melihat di situ (lahan parkir -red) ada dugaan kegiatan pungutan luar dan bermuara di Dishub Kota Tangsel,” imbuhnya.

Atas dasar tiga tuntutan tersebut, massa aksi meminta Airin untuk melakukasi evaluasi terhadap anak buahnya yang melakukan konspirasi busuk berupa suap dan pungli.

“Sebab prilaku buruk yang dilakukan para oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tangsel dapat menghambat geliat pembangunan daerah. Karena pembangunan yang berjalan tidak sebanding dengan sistem pelayanan yang ada,” pungkasnya. /Mrs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here