Kapoltabes Palembang Himbau Masyarakat Taati Aturan UU No 9 Tahun 1998

Palembang91 Dilihat

PALEMBANG | Tuntut turunkan harga BBM, Tegakkan keadilan dan supremesi hukum dan turunkan harga kebutuhan pokok, Ratusan Rakyat Sumatera Selatan yang rencanannya akan melalukan aksi akbar di Bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang. Jum’at (16/9/2022) sekira pukul 13.20 WIB.

Sebelum pelaksanaan aksi tersebut, telah dilakukan komunikasi antara Kapolrestabes Palembang didampingi oleh Kasat Intel Polrestabes Palembang terhadap perwakilan massa aksi yaitu Habib Mahdi Shahab, Doni Meilano dan Faisal Supriyanto (Korak) .

Kapoltabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib S.IK, didampingi oleh Kasat Intel Polrestabes Palembang mengatakan bahwa hasil koordinasi disepakati bahwa aksi tidak dapat dilanjutkan karena telah diatur dalam UU No. 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum sebagaimana  dalam UU Nomor 9 tahun 1998 pada pasal 15 menjelaskan bahwa salah satu tempat yang dilarang untuk melakukan Aksi Unjuk Rasa di seputaran  Rumah Ibadah, seperti ketahui bahwa Bundaran air mancur masih dalam seputaran kawasan masjid sehingga untuk menghormati dan memberikan rasa kenyamanan kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibdah tidak terganggu dengan adanya aktivitas aksi unjuk rasa.

“Pihkanya telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Palembang untuk memberikan izin kepada peserta aksi untuk menyampaikan aspirasinya di Monpera Palembang dengan dikawal oleh Kepolisian sehingga pelaksanaan tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar,” jelasnya.

Atas penyampaian tersebut massa dari Aksi Akbar Rakyat Sumsel tidak bersedia untuk melakukan aksi di Monpera Palembang,  perwakilan massa aksi sepakat bahwa “Aksi Unjuk Rasa Tidak Dapat Dilanjutkan” dengan catatan bahwa tidak ada pengecualian terhadap  setiap kegiatan yang dapat mengganggu aktivitas kegiatan ibadah. Pada pukul 13.30 WIB, massa membubarkan diri tanpa melakukan orasi.

Sementara itu, Habib Mahdi Shahab perwakilan massa aksi mengatakan, pihaknya berdoa semoga apa yang disampaikan dalam aksi ini diijabah Allah.

“Kita diingatkan Kapolrestabes Palembang untuk tidak melakukan aksi di depan rumah ibadah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Habib Mahdi Shahab menuturkan, pihaknya meminta agar kedepan aturan ini juga diberlakukan dengan yang lain.

“Jika rumah ibadah tidak diperbolehkan aksi. Kedepan, jangan lagi ada yang melakukan aksi di depan rumah ibadah, ini menjadi catatan bagi kami kalau ini merupakan pelanggaran,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *