Beranda NASIONAL Hidup Mewah dengan Mengaku Staf Kepresidenan, Pria Ini Ditangkap di Gading Serpong

Hidup Mewah dengan Mengaku Staf Kepresidenan, Pria Ini Ditangkap di Gading Serpong

0

Katanews.id – NASIONAL – Mengaku sebagai staf kepresidenan, seorang pria berusia 40 tahun harus rela mendekam di balik jeruji besi. Pria yang berinisial SK itu telah menikmati kehidupan mewah hanya dengan bermodalkan ID Card staf kepresidenan bidang intelijen dan lencana palsu yang dimilikinya.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indardi mengatakan, aksi SK tersebut berawal saat SK berkenalan dengan seorang pria berinisial H pada tahun 2014 silam.

“H menawarkan kepada SK jasa pembuatan ID staf kepresidenan bidang intelijen dan lencana palsu dengan harga Rp 5 juta sekali memesan. SK pun tertarik,” ucap Ade saat menggelar rilis di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/3/2018).

Setelah memegang ID palsu dari H yang masih dalam pengejaran polisi tersebut, SK pun berkeliling ke sejumlah tempat dan mendekati sejumlah pejabat di berbagai daerah. Dengan mencoba meng-entertaint para korbannya, SK mencoba meyakinkan bahwa dirinya mempunyai pengaruh besar.

“SK coba meyakinkan korbannya dengan mengajak makan di tempat makan mewah, karaoke dan sebagainya,” ucapnya.

Ade membeberkan, bahwa pelaku juga menjanjikan sejumlah pengusaha dan pejabat tersebut untuk menjadi backing jika nanti terjerat masalah.

“Karena percaya, para korban tersebut biasanya akan meng-entertaint balik pelaku dengan menyajikan makanan hingga hiburan mewah,” ungkapnya.

Kemudian, setelah SK dan para korbannya telah menjalin hubungan pertemanan yang dekat, SK mulai melancarkan aksinya dengan meminta sejumlah uang sebagai pinjaman dan beralasan tengah dalam kondisi terdesak.

“Kalau sudah dapat, SK berpindah tempat dengan ID dan KTP baru buatan H dan kembali mendekati pejabat dan pengusaha penting di lain daerah,” katanya.

Hingga akhirnya, berdasarkan laporan dari sejumlah korbannya, modus penipuan SK terendus polisi. SK ditangkap di kediamannya, di Gading Serpong, Tangerang, Rabu (28/2/2018) kemarin.

“Pelaku berhasil meraup hingga puluhan juta dari para korbannya,” tambahnya.

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, berupa kartu staf khusus presiden Republik Indonesia bidang intelijen atas nama SK.

Atas perbuatannya, SK dijerat dengan Pasal 263 KUHP dan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara. /Bs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here