Beranda POLITIK Hari Pendidikan Nasional, PDI Perjuangan Gaungkan Beberapa Poin

Hari Pendidikan Nasional, PDI Perjuangan Gaungkan Beberapa Poin

0

Katanews.id – BANTEN – Hari Pendidikan Nasional (HPN) yang jatuh setiap tanggal 2 Mei harus menjadi momentum kebangkitan dunia kependidikan.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Sri Hartati, Selasa (1/4/2018) malam kepada wartawan katanews.id.

Sri Hartati menyebut bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) akan terus menyuarakan serta mendorong pelaksanaan politik pendidikan di Indonesia sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Bahkan PDI Perjuangan mengajak kepada seluruh jajaran Partai Politik di tanah air ini untuk menyuarakan secara serentak peringatan Hari Pendidikan Nasional di setiap akun SosMed (Sosial Media -red) yang dimiliki (partai politik),” ujarnya.

Sri Hartati membeberkan, ada beberapa poin penting yang akan digaungkan oleh PDI Perjuangan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (HPN) kali ini, di antaranya:

  1. PDI Perjuangan terus mendorong pelaksanaan politik pendidikan, guna mewujudkan pendidikan untuk semua sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
  2. Pendidikan berbudi pekerti harus didorong untuk melahirkan manusia Indonesia yang berkarakter; memiliki rasa nasionalisme dan sekaligus bertopang pada kebudayaan bangsa serta unggul dalam kualitas.
  3. PDI Perjuangan menegaskan bahwa seluruh konsepsi pemikiran Ki Hajar Dewantoro sangat relevan. Dalam situasi krisis kebangsaan dan menguatnya identitas kelompok seperti saat ini, maka model kepemimpinan “Ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, tut wuri handayani” sangatlah penting. Kepemimpinan yang merangkul dan memberi keteladanan seperti inilah yang menjadi ciri kepemimpinan Pak Jokowi.
  4. Pendidikan budi pekerti mutlak dan sangat diperlukan sebagai jawaban atas krisis keteladanan saat ini. Sekolah harus menjadi gemblengan disiplin dan mentalitas bangsa yang pro kemajuan.
  5. PDI Perjuangan mendukung Inovasi pendidikan berbasis digital. Isu ini diangkat untuk menegaskan posisi partai dan memperkuat asosiasi PDI Perjuangan sebagai partai dengan pemikiran ideologis berdasarkan Pancasila, namun selalu up to date dengan perkembangan zaman. Core values tetap, yakni Pancasila, dan mediumnya berubah-ubah sesuai jaman.
  6. Untuk itu jutaan pengguna aplikasi pembelajaran digital dari berbagai startup, seperti Ruangguru, Coursera, dan sejumlah perusahaan pengembang teknologi pendidikan lainnya, kehadirannya diapresiasi oleh Partai sebagai terobosan pendidikan untuk semua; pendidikan tanpa diskriminasi.
  7. Partai berkomitmen untuk menjadi pendorong terdepan bagi meluasnya pembelajaran digital sebagai salah satu solusi mengakselerasi kualitas Sumber Daya Manusia, sebagaimana dulu Bung Karno dengan menteri pendidikan Ki Hajar Dewantoro merintis sistem pendidikan nasional yang berdasarkan asas-asas kemerdekaan, berketuhanan, demokratis, berkebudayaan, berlandaskan kemanusiaan, dan menjunjung tinggi kemajuan iptek, dengan semboyan “Ing ngarso sing tuladho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”. Komitmen serupa pun menjadi gebrakan Ibu Megawati Soekarnoputri yang sampai sekarang terus menjadi inisiator peningkatan perhatian ke dunia pendidikan, seperti peningkatan rasio dana riset di APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Selain poin-poin di atas, Sri Hartati juga menyampaikan, sebagai sayap partai PDI Perjuangan, Bamusi menegaskan bahwa posisi partai sebagai pihak yang terus berkomitmen membangun pendidikan di pesantren.

PDI Perjuangan melalui para kadernya di eksekutif dan legislatif menaruh perhatian besar pada pendidikan pesantren. Dan upaya-upaya memfasilitasi pengembangan pendidikan pesantren telah dilakukan.

“Salah satu momentumnya adalah keputusan Presiden Joko Widodo sebagai kader PDI Perjuangan yang menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Kebijakan-kebijakan pengembangan pesantren di era Pak Jokowi perlu diungkap kembali dengan speaker dari partai agar peran ini bisa diketahui publik. Karena mengingat pemangku kementerian yang berkaitan dengan pesantren, semuanya dari partai lain,” tukas Sri Hartati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here