Beranda BANTEN Antisipasi Tawuran, Dinas Pendidikan Banten Dorong Perbanyak Ekskul di Sekolah

Antisipasi Tawuran, Dinas Pendidikan Banten Dorong Perbanyak Ekskul di Sekolah

0

katanews.id – BANTEN – Dinas pendidikan Provinsi banten mengintruksikan seluruh kepala sekolah agar terus berupaya memaksimalkan kegiatan ektra kulikuler untuk meminimalisir angka kenakalan remaja khususnya aksi tawuran.

Dihubungi via selulernya, H. Aep Junaedi, S.Pd, MM Kepala Bidang SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten mengaku, saat ini pihaknya terus menekankan kepada seluruh sekolah agar dapat mewadahi kreatifitas dan energi siswa agar dapat terhindar dari aksi tawuran.

“Ya, kita terus monitoring seluruh sekolah yang ada dibanten secara berkala, kami juga terus memberikan pembinaan kepada mereka disetiap kesempatan, karna saya meyakini dengan menguras energi siswa ke arah positif kami yakin betul siswa cenderung tidak lagi tertarik melakukan aksi tawuran,” kata Aep yang juga tercatat sebagai ketua PGRI Provinsi Banten kepada wartawan senin (19/3/2018).

Ia menuturkan, dengan menguras energi dan mewadahi siswa untuk menunjukan eksistensinya tersebut ia meyakini para siswa tidak lagi mencari pengakuan dijalanan dengan melakukan aksi tawuran.

“Saya pernah berbicara dengan salah satu psikolog terkait hal ini, kebanyakan dari mereka yang terlibat tawuran adalah anak anak yang kurang terakomodir untuk menyalurkan bakan dan energinya sehingga mereka mencari pengakuan dengan melakukan aksi tawuran,” jelasnya.

Disamping melakukan pembinaan, kata Aep, salah satu upayanya dalam menjauhkan siswa terlibat dalam suatu aksi tawuran tersebut adalah memberikan pemahaman dan menggandeng instansi terkait untuk menyatukan persepsi guna bersama-sama menjaga generasi bangsa agar menjauhi tawuran.

“Kita pernah mendatangakan kepolisian dan Tentara untuk menjadi pembina apel pada setiap upacara, dan saya juga seringkali menjadi pembina upacara pada saat kita datangkan mereka,” jelasnya.

Dengan kesepakatan dan komitmen bersama tersebut, ia mengklaim upaya dinas pendidikan dan kebudayaan untuk menangkal aksi tawuran akan semakin mudah.

“Tawuran ini jadi persoalan kita bersama. Jadi, mari bersama-sama kita amankan generasi penerus bangsa ini, sehingga kami dari dinas pendidikan, polisi dan sekolah bisa terus bersinergi,” tuturnya.

Meski demikian ia juga berharap peran serta orangtua dalam mengawasi putra – putrinya dapat juga dimaksimalkan karna ia menilai peran pengawasan dari orangtua menjadi signifikan dalam menekan aksi kenakalan remaja tersebut.

“Pendidikan bukan hanya beban sekolah, tapi juga butuh peran serta orang tua dalam mengontrol anak – anaknya secara bersama sama dengan sekolah sehingga aksi tawuran dapat ditekan hingga maksimal,” pungkasnya. /rill

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here