KATANEWS.ID, Palembang – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang mengajak seluruh jajaran Gerakan Pramuka di Sumsel untuk mengakhiri perbedaan, memperkuat persatuan, dan meningkatkan soliditas organisasi demi mendorong kemajuan Pramuka serta membentuk karakter generasi muda.
Ajakan tersebut disampaikan Cik Ujang saat menghadiri malam ramah tamah menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Gerakan Pramuka Sumatera Selatan di Rumah Dinas Wakil Gubernur Sumsel, Senin (26/10/2026).
Menurut Cik Ujang, Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi lima tahunan, melainkan momentum strategis untuk menentukan arah kebijakan, menyusun rencana strategis, serta memilih kepemimpinan Gerakan Pramuka Sumsel untuk masa bakti mendatang.
“Pertemuan ini merajut tiga nilai luhur sekaligus, yaitu konsolidasi sebagai wujud kebersamaan, silaturahmi sebagai pengikat persaudaraan, dan koordinasi sebagai kunci keberhasilan organisasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, Gerakan Pramuka merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter, beriman, bertakwa, berilmu, serta memiliki jiwa nasionalisme. Peran tersebut dinilai semakin penting di tengah tantangan degradasi karakter generasi muda akibat perkembangan zaman.
Dalam kesempatan itu, Cik Ujang menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh peserta Musda.
Pertama, memperkuat soliditas dan kekompakan organisasi. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi, tetapi tidak boleh menjadi penghalang bagi seluruh anggota untuk bersatu memajukan Pramuka Sumsel.
“Jangan ada lagi kelompok-kelompok atau kotak-kotak di Pramuka Sumatera Selatan. Saya ingin merangkul semuanya. Mari kita bekerja bersama memajukan Pramuka dan melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan tetap berpedoman pada aturan organisasi serta arahan Gubernur Sumatera Selatan,” tegasnya.
Kedua, mewujudkan Musda yang demokratis dan bermartabat. Cik Ujang berharap forum tersebut dapat menjadi teladan dalam berdemokrasi, membuka ruang regenerasi kepemimpinan, serta melahirkan inovasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.
Ketiga, meningkatkan sinergi dan menjaga keberlanjutan program. Ia berharap hasil Musda tidak berhenti pada keputusan organisasi, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata mulai dari Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, hingga Gugus Depan di sekolah dan lingkungan masyarakat.
Cik Ujang juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan dunia kepramukaan sejak kecil. Pengalaman mengikuti berbagai kegiatan Pramuka menjadi salah satu alasan dirinya siap memberikan perhatian penuh terhadap kemajuan organisasi tersebut.
“Saya ingin Pramuka Sumatera Selatan semakin aktif dengan kegiatan-kegiatan yang berkelanjutan, seperti jambore dan berbagai pembinaan di seluruh kabupaten dan kota. Jangan sampai setelah Musda justru kegiatan semakin berkurang. Kita harus hidupkan kembali semangat kepramukaan di Sumatera Selatan,” katanya.
Lebih lanjut, Cik Ujang mengajak seluruh pengurus, pembina, dan anggota Pramuka untuk terus menjaga komunikasi, mempererat persaudaraan, serta menghilangkan sekat-sekat yang dapat menghambat kemajuan organisasi.
Ia optimistis, dengan kebersamaan, komunikasi yang baik, dan tujuan yang sejalan, Gerakan Pramuka Sumsel dapat semakin berkembang serta berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berkarakter dan bermanfaat bagi daerah maupun bangsa.
“Kalau kita kompak, bersatu, saling berkomunikasi dan memiliki tujuan yang sama, saya yakin Gerakan Pramuka Sumatera Selatan akan semakin maju dan mampu mencetak generasi muda yang berkarakter serta bermanfaat bagi daerah maupun bangsa,” pungkas Cik Ujang. (*)




























