KATANEWS.ID, Palembang – Ratusan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) memberikan kartu merah kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru sebagai bentuk protes terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan yang dinilai masih lambat.
Menanggapi aksi tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menghadapi karhutla, termasuk langkah pemadaman dan pencegahan.
Deru menyebut kondisi cuaca dan fenomena El Nino menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi. Menurutnya, titik api tidak dapat diprediksi secara pasti mengenai lokasi dan waktu kemunculannya.
“Kalau kita menyikapi El Nino, tentu harus dengan upaya pemadaman api. Terus tentu upaya pencegahan dari tahun ke tahun kita buat,” kata Deru.
Ia menjelaskan pemerintah memanfaatkan sistem pemantauan untuk mendeteksi titik panas atau hotspot. Namun, deteksi tersebut dilakukan setelah indikator panas teridentifikasi.
Karena itu, kata Deru, pemerintah terus mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki, baik melalui pasukan darat maupun udara, dalam menangani karhutla.
“Kita tentu akan terus berjuang dengan segala kemampuan yang kita miliki, baik pasukan darat, pasukan udara, juga doa,” ujarnya.
Deru mengatakan karhutla dapat disebabkan oleh faktor alam maupun manusia. Untuk kebakaran yang disebabkan oleh manusia, ia memastikan proses penegakan hukum tetap dilakukan oleh aparat penegak hukum.
“Faktornya ada dua, faktor alam dan manusia. Kalau manusia, penegakan hukumnya sudah dilaksanakan sebijak mungkin,” katanya.
Ia juga menyebut TNI, Polri, dan masyarakat telah dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di lapangan. Pemerintah provinsi, lanjutnya, berupaya mengoordinasikan berbagai unsur tersebut agar penanganan berjalan maksimal.
“Teman-teman TNI, Polri bersama masyarakat all out. Kami mengorkestrasi apa yang diperbuat oleh teman-teman di lapangan,” kata Deru.
Menurut Deru, kedatangan mahasiswa ke Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menyampaikan aspirasi merupakan langkah yang tepat.
“Teman-teman mahasiswa datang ke Pemprov itu adalah alamat yang benar,” ujarnya. (*)






















