Elektabilitas Pileg DPR Naik, Yaser : Saya Ingin Harga Bahan Pokok Murah

Politik6 Dilihat
Alternatif: digadang-gadang lolos ke senayan, yaser: saya siap menjalankan amanah masyarakat sumsel

 

KATANDA.ID, PALEMBANG – Muhamad Yaser menjadi salah satu nama yang bakal diperhitungkan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI daerah pemilihan (Dapil) I Sumatera Selatan (Sumsel) 2024 mendatang. Namanya masuk dalam jajaran atas elektabilitas para calon legislatif (Caleg) DPR RI yang bakal melaju ke Senayan.

Menantu Gubernur Sumsel Herman Deru ini akan membuat persaingan Pileg mendatang semakin sengit. Meski menjadi pendatang baru dalam kontestasi Pileg DPR RI, Yaser sudah memiliki pengalaman mumpuni karena saat ini duduk di Komisi III DPRD Sumsel.

Direktur eksekutif LKPI, Arianto, M. I.Kom, Pol mengatakan, M Yaser akan mengancam posisi incumbent DPR RI Dapil I Sumsel sehingga dipastikan akan terjadi persaingan yang kuat dalam satu bulan kedepan. Pendatang baru akan mencoba menerobos petahana untuk bisa mengamankan tiket ke Senayan.

“Muhamad Yaser merupakan salah satu yang cukup kuat tarikan elektabilitasnya dibandingkan nama-nama caleg pendatang baru lainnya. Elektabilitasnya sudah menyodok ke tataran papan atas (empat besar) dari para caleg DPR RI Dapil I Sumsel baik pada pertanyaan terbuka (top of mind) maupun semi terbuka dengan menyodorkan seluruh nama Caleg DPR RI dapil I Sumsel sesuai Daftar Calon Sementara (DCS). Elektabilitas Muhamad Yaser berada di atas 7 persen,” ujar Arianto.

Meski tingkat popularitas Yaser di bawah 55 persen dan akseptabilitas di atas 90 persen, angka itu secara statistik belum maksimal. Namun, dua hal itu merupakan keuntungan pendatang baru karena ruang gerak untuk meningkatkan elektabilitas sangat terbuka. Melihat trend survei, tingkat popularitas dan akseptabilitas Yaser masih berbanding lurus (linear) dengan elektabilitasnya.

Pengamat politik nasional ini menyebut, temuan itu menjadi indikator bagi Caleg DPR RI Dapil I Sumsel bahwa ada delapan kursi yang tersedia, namun ada satu nama yang mulai merapat elektabilitasnya dan mengancam incumbent DPR RI. Secara sentiment partai politik, peluang tujuh partai yang berpotensi meloloskan Caleg-nya adalah PDIP, Gerindra, Nasdem, Golkar, PKB, Demokrat dan PAN.

Nama-nama tersebut adalah Eddy Santana Putra, Muhamad Yaser, Fauzi H Amro, SN Prana Putra Sohe, Ishak Mekki, Riezky Aprilia, Kahar Muzakir dan Hafizs Tohir. “Ada satu nama pendatang baru yang sangat berpotensi masuk Senayan, yakni Muhamad Yaser dari partai Nasdem. Kemungkinan besar ada dua kursi yang akan direbut satu partai untuk menempatkan Caleg-nya di DPR RI tahun mendatang,” ungkapnya.

Survei LKPI digelar Agustus akhir hingga September 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka, melibatkan 430 responden yang tersebar secara proporsional di kabupaten/kota Dapil I Sumsel. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan multistage random sampling dangan selang kepercayaan 95 persen dan tingkat kesalahan (marjin of error) plus minus 5 persen.
Menanggapi itu, Muhamad Yaser, Caleg DPR RI Dapil I Sumsel saat dibincangi mengapresiasi hasil survei yang dilakukan LKPI. Hasil itu akan semakin memacu dirinya untuk bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat Sumsel.

Suami dari Hj Samantha Tivani Herman Deru ini mengaku, ada bebedapa hal yang akan diperjuangkan jika mendapat amanah jadi senator di pusat. Terlebih dirinya sudah banyak mengunjungi banyak daerah, sehingga mengetahui permasalahan yang dihadapi masyarakat.

‘’Dari banyak pertemuan dengan masyarakat, keluhan utama yang saya dengar soal tingginya harga kebutuhan pokok. Banyak masyarakat yang menjerit karena harga sembako semakin mahal,’’ katanya. Untuk itu, langkah maju Yaser ke Senayan merupakan ikhtiarnya dalam berusaha dan memperjuangkan harga bahan pokok lebih murah. Salah satunya beras yang saat ini begitu mahal.

“Sebagai wakil rakyat, jelas saya prihatin dengan kondisi ini. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan perhatian penuh pada bidang pertanian. Ini akan menjadi fokus utama,’’ bebernya.

Selain dapat menciptakan harga bahan pokok yang murah, fokus bidang pertanian sekaligus upaya untuk menyejahterakan para petani dan mempertahankan Sumsel sebagai lumbung pangan nasional. Hal itu juga akan dibarengi dengan penyediaan pendidikan pertanian yang mumpuni bagi para petani.

‘’Selain ketersediaan pupuk yang cukup, diharapkan petani dapat bercocok tanam dengan baik dan benar, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertaniannya,” katanya. Pemenuhan kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat juga menjadi upayanya dalam membantu pemerintah menurunkan angka stunting di Sumsel.

“Pemerintah mencanangkan 2024 angka stunting bisa mencapai 14 persen. Di Sumsel sejauh ini angka stunting sudah 18,6 persen dari tahun sebelumnya 24,8 persen atau turun 6,2 persen,’’ ujarnya.

Permasalahan lain yang juga menjadi perhatiannya adalah bidang infrastruktur, kesehatan dan pendidikan yang tetap akan tetap mendapatkan porsi besar. Terkait infrastruktur, kondisi jalan di Sumsel sudah sangat baik, dimana jalan milik provinsi sudah 93 persen mulus.

“Diharapkan insfrastruktur jalan akan lebih baik lagi, sehingga bisa menjadi 100 persen mulus,” ungkapnya. Di bidang kesehatan, saat ini Sumsel memiliki terobosan melalui program Berkat.

“Mudah-mudahan program Berkat ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Sumsel. Dalam program ini hanya menggunakan KTP dan masyarakat yang sakit bisa berobat dimana saja. Ini memudahkan masyarakat yang kesulitan berobat. Program ini membantu masyarakat yang tidak memililiki BPJS Kesehatan atau KIS,’’ jelasnya.

Tidak kalah penting baginya adalah sektor pendidikan yang tetap akan memiliki porsi terbesar. ‘’Mohon doa dan dukungannya agar saya bisa berjuang di tingkat nasional. Sehingga apa yang menjadi visi dan misi dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.(*)