Komisi VIII DPR RI Tinjau Asrama Haji Palembang

Sumsel23 Dilihat

Palembang – Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja reses ke Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (14/7). Salah satu fokus kunjungan adalah Asrama Haji Embarkasi/Debarkasi Palembang.

Di tempat ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dr. H. Ace Hasan Syadzily M.Si selaku ketua tim bersama rombongan meninjau fasilitas asrama haji seperti Mock Up pesawat, minatur ka’bah ukuran sebenarnya, serta lintasan sai dan tempat melontar jumroh.

Sebelumnya, Komisi VIII DPR RI melakukan pertemuan dengan mitra kerja dan stake holder di Aula Asrama Haji. Hadir antara lain perwakilan dari Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat.

Ace Hasan mengatakan, salah satu tujuan kunjungan ini adalah melakukan evaluasi proses penyelenggaraan ibadah haji tahun ini yang menurutnya masih menyisakan beberapa catatan penting.

Salah satunya adalah keterlambatan pengangkutan jemaah haji dari Muzalifah. Menurut Ace, tugas Komisi VIII salah satunya memastikan pelayanan jemaah haji Indonesia bisa terus ditingkatkan.

“Tugas kami di DPR memastikan agar pelayanan jemaah haji Indonesia bisa terus ditingkatkan. Tahun ini dapat melaksanakan rapat di Asrama Haji Palembang, ini luar biasa. Kami melakukan peninjauan. Harapan kami bisa memberikan dukungan terhadap peningkatan fasilitas di Provinsi Sumsel,” jelas Ace.

“Berbagai aspirasi maupun masukan terkait bidang agama, sosial, penanggulangan bencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, akan kami perjuangkan, dan kami sampaikan dalam rapat-rapat kami yang akan datang. Masukan bapak/ibu sangat berguna bagi bahan kebijakan kami dalam melakukan fungsi legislasi dan pengawasan,” tambahnya.

Sementara itu, PLH. Kakanwil Kemenag Sumsel H. Abadil menyampaikan, pada musim haji tahun ini proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji di embarkasi/debarkasi Palembang berjalan lancar tanpa ada kendala. Tahun ini, Embarkasi Palembang memberangkatkan total 8.505 jemaah haji Sumsel dan Babel yang tergabung dalam 24 kelompok terbang.

Untuk peningkatan pelayanan haji di tahun mendatang, Abadil menyampaikan sejumlah usulan. Salah satunya meminta DPR segera membahas komponen besaran BPIH Tahun 2024 mengingat pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan bahwa kuota haji Indonesia untuk tahun 2024 sebanyak 221.000 jemaah. Hal ini penting agar seluruh proses perencanaan, persiapan, dan penyelenggaraan bisa berjalan tertib dan lebih terukur sesuai dengan harapan.

“Permasalahan yang perlu menjadi perhatian adalah terkait masa pelunasan Bipih masih berjalan sedangkan operasional penyelenggaraan keberangkatan jemaah sudah imulai sehingga jemaah dari kabupaten/kota yang seharusnya bisa dikelompokkan dalam satu kloter terpecah dalam beberapa kloter, yang berdampak membengkaknya biaya operasional yang harus disiapkan,” terang Abadil. (DN)